Siswi SMP Bali Sabet Nilai UN Tertinggi

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/16/151297_ujian-nasional-di-sman-1-cibinong_300_225.jpg

VIVAnews- Prestasi membanggakan diraih oleh Ni Putu Tamara Bidara Suweta, siswi SMP Negeri 1 Denpasar. Ia memperoleh nilai 10 untuk masing-masing pelajaran dalam Ujian Nasional.

Tamara menyabet masing-masing nilai 10 untuk mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Denpasar, Anak Agung Gede Agung Rimbya Temaja gembira akan prestasi muridnya. "Ini melebihi target. Target sekolah 9,42 tapi satu murid kami meraih nilai sempurna," ujarnya di Denpasar, Sabtu, 2 Juni 2012.

Ia mengatakan siswa di sekolahnya mengikuti les sore dari kelas 7,8,9 untuk persiapan UN. Menurutnya hanya SMP Negeri 1 Denpasar saja yang melakukan les pengayaan dari kelas 7-9. "Sekolah lain kelas 9 saja dibina, kami dari kelas 7 sampai 9," ujarnya.

Yogyakarta Gagal Sabet Nilai Tertinggi

Sementara itu berbeda dengan Yogyakarta, yang pada 2011 pelajar SMK dari Kabupaten Bantul memperoleh nilai UN tertinggi peringkat nasional. Namun pada hasil UN tahun ini Yogyakarta tak meraih satu prestasi baik nilai tertinggi UN atau nilai rata-rata UN tertinggi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan hasil UN dari tahun ke tahun memang berbeda, tergantung dari generasi dan proses belajar di masing-masing sekolah. Meski tak menjadi tertinggi di tahun ini, namun tak berarti tidak akan meraih prestasi tertinggi di tahun mendatang. "Kita tahun lalu mendapatkan nilai UN tertinggi, namun tahun ini tidak," ujarnya.

Menurutnya jika dilihat prosentase ketidaklulusan yang tinggi, menurutnya karena jumlah peserta UN tidak banyak. Seperti diketahui, sebanyak 345 pelajar SMP sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan tidak lulus ujian nasional tahun 2012 ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi DIY, Baskara Aji mengatakan jumlah siswa yang tidak lulus terbanyak berasal dari Kabupaten Gunungkidul sebanyak 131 pelajar atau 1,29 persen. Lalu disusul Kabupaten Kulonprogo 78 siswa atau 1,26 persen, Kabupaten Sleman 67 siswa atau 0,52 persen, Kabupaten Bantul 38 siswa atau 0,34 persen dan yang paling kecil tingkat ketidaklulusannya di Kota Yogyakarta yaitu 31 siswa atau 0,40 persen.

"Prosentase ketidaklulusan SMP ditahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2011 yang lalu. Prosentase ketidaklulusan tahun 2012 mencapai 0,72 persen sedangkan tahun 2011 yang lalu mencapai 0,80 persen," katanya.

Laporan: Juna Sanbawa, Yogyakarta, eh

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar