Organda: Masyarakat Akan Beralih ke Sepeda Motor

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20120130_Genangan_Air_Terowongan_Casablanca.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Perusahaan Angkutan Bermotor di Jalan Raya (Organda) menyesalkan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM jenis premiun atau bensin sebesar Rp 1.000 mulai 1 April mendatang.

Pengusaha sektor transportasi tidak dilindungi oleh efek kebijakan tersebut. Ketua umum Organda, Eksari Lorena Surbakti mengatakan, dirinya menyesalkan rencana kenaikan BBM premium tersebut.

Menurutnya, sebelumnya Organda sudah lebih dari setahun ikut aktif dalam rapat-rapat tentang subsidi BBM yang mana Kementerian ESDM menjadi tuan rumah. Kebijakan itu juga akan semakin membuat masyarakat beralih ke sepeda motor dan memundurkan transportasi publik.

Menurutnya, kenaikan harga premiun bakal meningkatkan tarif angkutan umum, dan ini bakalan berimbas pada masyarakat yang tidak memilih naik angkutan umum lagi, karena tarifnya yang mahal.

"Saat ini angkutan umum hanya menggunakan 3 persen dari total kuota premium yang disubsidi atau mengambil subsidi Rp 6 triliun. Kami cukup menyesalkan kebijakan ini, ini sama saja membunuh transportasi umum," kata Eka Sari di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Seharusnya angkutan umum tetap mendapatkan BBM subsidi. Untuk memastikan subsidi jatuh di tangan angkutan umum, pemerintah bisa menunjuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang melayani khusus angkutan umum.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar