Sejumlah Anak Diduga Pernah Alami Pelecehan Seks Kusno

Bookmark and Share
Jakarta Polisi terus menelusuri kemungkinan korban lain selain AS (13), siswa kelas I SMP di Samarinda, yang dtemukan tewas setelah dibunuh Kusno (38), yang diduga kuat sebagai seorang gay.

Kusno sendiri, setelah sempat ditahan di sel Kepolisian Sub Sektor Mulawarman, kini dipindahkan ke sel tahanan Polsekta Samarinda Ilir, untuk memudahkan pemeriksaan. Setelah dilakukan penyidikan mendalam, belakangan diketahui Kusno pernah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di Samarinda.

"Dia mengatakan pernah berhubungan sesama jenis dengan anak laki-laki yang ditemui dan dikenalnya. Tapi dia mengaku lupa, siapa nama dan dimana dia mengenalnya," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Agus Setyo, kepada detikcom, Sabtu (25/02/2012) malam.

"Hal itu, yang menguatkan kita untuk terus mengembangkan kasus ini. Kata dia (Kusno), cuma Adam yang dibunuhnya. Tapi, tentu kita tidak percaya begitu saja," ujar Agus.

Sejumlah barang bukti seperti balok berukuran lebih kurang 50 cm, pakaian, jaket dan sandal korban AS, kini telah disita kepolisian untuk memperkuat bukti penyidikan. Kepemilikan jaket dan sandal serta pakaian korban, sambung Agus, juga telah dibenarkan oleh orangtua AS.

"Ada juga bantal berlumuran darah yang kita sita. Karena sewaktu dipukul pakai balok, korban dalam keadaan tidak berbusana sambil tengkurap," terang Agus.

Salah satu pekerjaan Kusno sebagai tukang pijat, juga diduga kuat sebagai alasan dia untuk melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap sesama jenis.

"Korban AS kan pertama kali diajak berhubungan bukan di rumah Kusno. Melainkan di rumah kosong di suatu tempat. Awalnya, memang seringkali memijat-mijat korban," sebut Agus.

"Dengan korban sendiri, ternyata mengenalnya sejak tahun 2010 lalu. Namun hubungan seksual itu dilakukan tersangka terhadap korban AS sudah seringkali sejak 2 bulan terakhir," jelasnya.

Jenazah AS telah dimakamkan di Pekuburan Muslimin, di Jl KH Damanhuri, Samarinda, sekitar pukul 10.00 WITA pagi tadi. Sejauh ini, terdapat 4 orang yang diperiksa sebagai saksi terkait kasus tersebut.

"Ada 4 orang saksi, di antaranya adik Kusno bernama Sugiyono yang tinggal di sebelah rumah tersnagka. Memang, Sugiyono sempat mencium bau busuk yang dikiranya bau busuk biasa,"

"Kita masih menunggu adanya laporan dari masyarakat apabila ada anaknya yang hilang. Kemungkinan terkait dengan tersnagka," tutup Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, AS (13), siswa kelas I sebuah SMP di Samarinda ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di belakang rumah Kusno, di Jl Lumba-lumba Samarinda, Kamis (23/2) malam.

AS tewas dibunuh Kusno, 5 Februari 2012 lalu, seiring dengan laporan hilang ayah A ke kepolisian. Kusno belakangan diketahui memiliki kelainan seks lantaran kerap menyukai sesama jenis dan membunuh AS lantaran cemburu. Kini, Kusno yang meringkuk di sel tahanan kepolisian, terancam 12 tahun penjara dengan jeratap pasal 338 KUHP dan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
sumber : .detik.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar