Lima Kali Banjir, Lima Kali Bangun Jembatan

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/26/2015312620X310.JPG

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, masih was-was menunggu banjir demi banjir yang kerap melanda jika datang musim hujan. Di desa tersebut, sedikitnya lima kali banjir akan melanda tiap tahunnya.

"Ini masih baru satu kali banjir, jadi kita masih menunggu empat kali banjir lagi. Tiap musim hujan, kita biasanya kebanjiran lima kali," kata Kepala Desa Ranon, Suhuit, Minggu (26/2/2012).

Suhut dan warganya mengharap bantuan Pemerintah dan tak hanya berjanji, tapi langsung memberikan bukti. Jembatan yang menghubungkan Desa Ranon dengan Desa Gunggungan Kidul dan Patemon Kecamatan Gading, dengan jumlah 9.000 penduduk, ambruk beberapa tahun lalu. Akibatnya, Desa Ranon terisolasi dari desa-desa lain.

Kondisi itu memberikan dampak buruk bagi warga setempat. Bagaimana tidak? Pusat ekonomi mati karena tak ada jalur transportasi. Warga yang kebanyakan bekerja sebagai petani tak bisa menyalurkan hasil pertaniannya ke pasar. Tak hanya itu, anak-anak sekolah harus melewati jembatan bambu seadanya. Sebab, di Desa Ranon hanya ada sekolah SD. Untuk SMP-SMA, mereka sekolah ke luar desa.

Suhut menambahkan, warganya secara swadaya membangun jembatan berbahan bambu. Setiap membuat jembatan, mereka mengumpulkan dana hingga Rp 2 juta untuk membeli bambu saja. Ironisnya, tiap musim hujan mereka tak hanya membuat jembatan sekali, melainkan hingga lima kali. "Karena setiap kali banjir, jembatan itu pasti ambruk dan hanyut dibawa banjir. Maka warga kami pun membuat jembatan hingga lima kali dalam satu musim hujan. Beginilah kondisi kami. Pemerintah jangan janji terus," kata Suhut.

Sementara itu, menurut Kepala BPBD Kabupaten Probolinggon Mashuri Efendi, mengatakan pihaknya telah mengajukan bantuan ke pusat senilai Rp 48 miliar. Permohonan bantuan itu diperuntukkan membangun kembali empat jembatan yang rusak akibat banjir awal bulan Februari.

Keempat jembatan tersebut berada di Kecamatan Gading dan Krejengan, dan menghubungkan sejumlah desa di kecamatan lain. "Permohonan bantuan itu sudah direkomendasi oleh Sekda Provinsi Jatim Rasiyo, dan sekarang sedang diproses. Itulah sebabnya kami minta bantuan media agar segera mendapat perhatian dari pusat," kata Mashuri.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar