Polisi Selidiki Penembakan di Indrapuri

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/17/1326047620X310.jpg

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Ihsan, warga Indrapuri, Aceh Besar tertembak di bagian perut dalam sebuah razia yang dilakukan oleh aparat kepolisian di wilayah Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (25/2/2012). Penembakan diduga dilakukan oleh aparat kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Gustav Leo, Minggu, mengungkapkan kasus penembakan tersebut saat ini masih diusut oleh aparat Polda Aceh. Jika ada unsur kesalahan yang dilakukan oleh polisi dalam insiden tersebut Polda Aceh akan memberikan sanksi tegas.

"Kapolda Aceh sudah memerintahkan untuk mengusut kasus ini. Tapi yang kami utamakan saat ini adalah keselamatan korban dulu yang kini sedang dirawat di rumah sakit akibat penembakan itu," kata Gustav.

Insiden tersebut bermula saat razia narkoba yang dilakukan oleh Tim Satuan Narkoba Polres Aceh Besar, Sabtu, di wilayah Indrapuri. Namun, dalam razia tersebut tidak ditemukan pelaku atau pihak yang membawa narkoba. Sesaat usai razia melintas sebuah truk membawa kayu. Aparat kepolisian lalu menghentikan truk tersebut serta memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan dan kayu. Menurut versi laporan kepolisian, saat diperiksa tidak ada dokumen atas kayu yang diangkut truk milik Ikram tersebut.

Namun, menurut versi Komite Peralihan Aceh (KPA), organisasi tempat Ihsan bernaung surat-surat kayu yang diangkut lengkap. Polisi kemudian hendak membawa Ikram, pemilik kayu beserta truknya ke kantor polisi terdekat. Namun, warga sekitar memaksa polisi membebaskan Ikram.

"Kalau versi laporan polisi yang saya terima, petugas kepolisian saat itu ditarik-tarik oleh sejumlah orang. Polisi lalu mencoba menenangkan warga dan mengeluarkan tembakan ke udara. Tapi, entah kenapa ada peluru yang mengenai perut Ihsan yang saat itu sedang duduk di kedai kopi dekat lokasi kejadian. Ini yang masih kami selidiki," ungkap Gustav.

Hingga Minggu sore Ihsan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh. Dia mengalami luka tembak di bagian perut. Terpisah, juru bicara pusat KPA Mukhlis Abe membenarkan bahwa Ihsan adalah anggota KPA. Namun, dia meminta seluruh anggota KPA dan masyarakat untuk menyikapi peristiwa penembakan di Indrapuri tersebut dengan kepala dingin.

"Mari kita percayakan kepada polisi untuk menangani masalah ini melalui proses hukum yang adil," kata Mukhlis. Dalam situasi menjelang pilkada saat ini, rawan terjadi propaganda dan adu domba oleh pihak-pihak tertentu. Karena itu, Mukhlis berharap, semua pihak menahan diri.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar