"Masyarakat Tidak Akan Tinggalkan Premium"

Bookmark and Share
http://i3.okezone.com/content/2012/04/04/19/605493/IhxlxnzJdZ.jpg
JAKARTA - Pemerintah mewancanakan mencampur premium dengan pertamax untuk menciptakan bahan bakar yang lebih murah. Tapi, apakah hal ini akan efektif?

"Secara teknis pencampuran bisa saja memungkinkan, tapi pertanyaannya, apakah infrastruktur kilang Pertamina dan juga dispenser SPBU bisa siap dalam waktu dekat," jelas pengamat perminyakan Pri Agung Rakhmanto kepada okezone di Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Dia menyebutkan, hal itu tidak akan sederhana. Pasalnya, selama harga premium masih Rp4.500 per liter, masyarakat akan lebih memilih bahan bakar yang harganya murah ini.

"Siapa nanti yang akan jadi target penggunanya dan berapa harganya? Saya kira, kalaupun ini secara teknis infrastruktur siap diterapkan, selama premium tetap ada dengan harga Rp4.500, tetap saja tidak menjamin orang meninggalkan premium," jelas dia.

Sebelumnya, tingginya harga BBM nonsubsidi menyebabkan pemerintah mewacanakan mencampur premium dan pertamax sehingga harga kedua jenis bahan bakar ini relatif lebih murah dikonsumsi masyarakat.

"Soal BBM bersubsidi, ada ide saya ngobrol sama beberapa teman, pemerintah mau adakan premix ron 90. Jadi campuran BBM ron 88 yang disubsidi (premium) dan ron 92 yang enggak disubsidi (pertamax)," ungkap Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo.

Wamen menyebut, di Indonesia campuran BBM yang terdiri dari premium dan pertamax ini memiliki banyak pasar. Pasalnya, ada beberapa yang masih enggan berpindah ke pertamax tetapi merasa berdosa menghabiskan subsidi uang negara dengan terus memakai premium.

Adapun perhitungan dari harga BBM tersebut, lanjut Widjajono, merupakan gabungan dari keduanya. "Jadi harganya dibagi dua, kalau pertamax Rp10 ribu per liter, premium Rp4.500 per liter, ya nanti Rp7.250," lanjut dia.

Guru Besar Perminyakan ITB ini menambahkan, hal ini tidak akan merugikan siapapun termasuk Pertamina, karena proses pencampuran kedua jenis BBM ini tidak membutuhkan banyak hal.

Meski begitu, dirinya tidak dapat memberikan kepastian rencana. Menurutnya, dia harus berdiskusi dengan beberapa pihak lain sebelum menerapkan BBM campuran ini.

Sekadar informasi, harga Pertamax per 1 April 2012 naik menjadi Rp10.200 per liter bila dibandingkan dengan harga pertamax pada 15 Maret 2012 yang mencapai Rp9.550 per liter.
sumber : /economy.okezone.com/read/2012/04/04/19/605493/masyarakat-tidak-akan-tinggalkan-premium

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar