Demo Pemilu Bersih Guncang Malaysia

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/28/152843_demonstran-malaysia-turun-ke-jalan-28-april-2012_300_225.JPG
VIVAnews -- Sabtu 28 April 2012, pusat kota Kuala Lumpur,  Malaysia menguning. Lebih dari 25.000 orang berdemonstrasi menuntut pemilu bersih. Kata, "Bersih", diteriakkan berkali-kali.
Meski dilarang memasuki Lapangan Merdeka, mereka tak jeri. Massa berusaha untuk mendekat ke simbol penting dalam sejarah negeri jiran itu. Belum sempat masuk, para pendemo dihadang barikade kawat berduri dan ribuan polisi yang dilengkapi meriam air dan gas air mata. Bentrok pun tak terelakkan. Botol-botol berterbangan dari arah pendemo, dibalas tembakan gas air mata oleh aparat.

Demonstran akhirnya kocar-kacir setelah aparat keamanan menyemburkan meriam air dan menembakkan gas air mata tanpa henti selama 10 menit. Polisi mengatakan, mereka terpaksa mengambil langkah tersebut karena pengunjuk rasa menerobos barikade dan mencoba memasuki lapangan.

Sebelumnya, unjuk rasa damai direncanakan dilakukan di Lapangan Merdeka. Namun, pemerintah telah mengumumkan lapangan itu ditutup. Pada Jumat kemarin, pengadilan menguatkan larangan kepada masyarakat untuk berkumpul di kawasan itu.
"Mereka minta kami membubarkan diri, namun peringatan yang diberikan tidak cukup," kata Aminah Bakri, 27, dengan air mata bercucuran dari matanya, terpapar gas air mata, seperti dimuat Reuters.

Sejumlah media menyebut jumlah demonstran mencapai 50.000, 80.000, bahkan 100.000, terbanyak setelah aksi demo "Reformasi" pada tahun 1998 lalu memprotes pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Apa yang dilakukan rakyat mengejutkan kami. Ini jelas, kami ingin perubahan saat ini," kata salah satu pimpinan gerakan "Bersih", Ambiga Sreenevasan.

Protes kali ini ditujukan pada Perdana Menteri Najib Razak, yang menurut spekulasi berniat menyelenggarakan pemilu awal Juni mendatang.
Para aktivis menuduh bahwa Komisi Pemilihan bias. Mereka juga menuding ada kecurangan dalam daftar pemilih. Pendemo juga meminta agar pemilu ditunda sampai tuntutan perubahan dilaksanakan oleh pemerintah.

Unjuk rasa ini secara politis, rumit bagi Najib, yang sejak tahun lalu menunjukan dirinya sebagai seorang reformis, dengan meluncurkan kampanye untuk mengubah peraturan yang disebutnya sebagai "demokrasi yang baik". (eh)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar