Siswi SD di Koja: Pagi Ikut UN, Malam di Kafe

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/03/22/87011_ujian_nasional_300_225.jpg

VIVAnews - Malang bagi SA, murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) berusia sekitar 12 tahun itu kini harus menjalani hari yang semakin berat. Malam pergi kerja sampai dini hari. Pagi harinya masuk sekolah dan mengikuti Ujian Nasional.

Beratnya hidup bukan karena kesulitan menjawab soal ujian, tapi karena SA sehari-hari bekerja di sebuah klub malam. Menemani pelanggan yang memesan minuman.

Petaka miris SA itu disampaikan Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M Ikhsan dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 24 April 2012. KPAI mendapat laporan dari warga sekitar tempat tinggal SA. Tim KPAI langsung turun melakukan komunikasi intensif dengan keluarga SA.

"SA bekerja untuk membantu kebutuhan keluarga. Orangtuanya pemulung," kata Ikhsan. Dengan usianya yang sangat dini, ritme hidup SA sangat luar biasa menguras keringat, otak, dan hati tentunya.

SA dan keluarga tinggal di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Setiap malam, sekitar pukul 21.00 WIB, SA harus sudah masuk kerja di sebuah klub malam. "Dia menemani pelanggan-pelanggan yang pesan minum. Dia penjaja di kafe," kata Ikhsan.

KPAI akhirnya menurunkan tim untuk berkomunikasi dengan keluarga. Menurut Ikhsan, permasalahan ini bukan hal baru di Tanah Air. Banyak kasus sejenis, anak-anak di bawah umur yang membanting tulang mencari nafkah untuk menopang hidup keluarga.

"Di daerah Jatinegara, Kali Jodoh, Priok, itu banyak mas. Ini semua karena persoalan kemiskinan yang struktural. Tidak ada kerjaan lain demi mencari uang," kata Ikhsan.

Malam ini, Ikhsan dan jajaran dari Kementerian Sosial akan bertemu dengan orangtua dan SA. Pertemuan akan dilakukan sebelum SA berangkat kerja. Ikhsan menekankan bahwa, momentum Ujian Nasional ini hanya untuk mengingatkan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak bisa ikut ujian karena alasan masing-masing.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar