Garuda Indonesia Borong 11 Airbus

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/13/150990_pm-inggris-david-cameron-tinjau-pesawat-garuda-indonesia_300_225.jpg

VIVAnews- PT Garuda Indonesia Tbk memborong 11 pesawat Airbus 330-220 ketika Perdana Menteri Inggris David Cameroon tiba di Indonesia. Terkait pembelian itu, Garuda menolak hal itu dianggap bentuk persaingan dengan Lion Air yang membeli pesawat Boeing ketika presiden Amerika Serikat datang ke Indonesia.

VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto menjelaskan bahwa Garuda memang memiliki program pembelian pesawat baru hingga 2015. Semua program pengadaan armada sesuai rencana. "Kami punya planning jangka panjang, David Cameron sebetulnya bertepatan saja," kata dia seusai penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak, di Jakarta, Selasa 17 April 2012.

Pembelian 11 pesawat Airbus itu merupakan bagian dari rencana pengadaan pesawat hingga 2015 yang akan mencapai 194 unit. Pesawat itu akan digunakan untuk penerbangan menengah lebih dari lima jam langsung, seperti Jakarta-Sidney, Jakarta-melbourne dan Jakarta-Jepang.

Selain itu, sebagai bagian dari program pengadaan armada hingga 2015 mendatang, Garuda juga sudah memesan 10 pesawat Boing 777 untuk penerbangan panjang. Pesawat itu akan mulai datang pada 2013 mendatang. Boing 777 akan digunakan untuk penerbangan ke Eropa.

"Bisa langsung Jakarta-Amsterdam, Jakarta-London, Jakarta-Frankfrut, Jakarta-Roma dan Jakarta-Milan," ungkapnya.

Garuda juga sudah memesan pesawat Boing 737-800 next generation sebanyak 50 unit. Saat ini sudah datang sebanyak 25 unit yang digunakan untuk penerbangan jarak pendek 1-2 jam penerbangan. Pesawat ini akan digunakan untuk melayani rute-rute domestik dan regional. Tak hanya itu Garuda juga memesan pesawat Bombardier Cardig-1000 next generation. Pesawat dengan kursi berjumlah dibawah 100 ini akan mulai datang pada Oktober mendatang sebanyak lima pesawat. Jumlah total pesawat Bombardier yang dipesan Garuda sebanyak 18 pesawat.

"Pesawat ini akan digunakan di Makasar, Medan, digunakan ke bandara yang remote area. Ini semua bagian dari program pengembangan armada, pada 2015 akan ada 194 pesawat dengan usia di bawah lima tahun," ujarnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar