Saham Garuda Dijual Terlalu Murah?

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/13/150990_pm-inggris-david-cameron-tinjau-pesawat-garuda-indonesia_300_225.jpg

VIVAnews - Saham PT Garuda Indonesia Tbk yang masih dipegang tiga perusahaan sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai penjamin pelaksana emisi saat penawaran umum perdana (IPO), diperkirakan terjual pada akhir April 2012. Pada akhir bulan ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan sudah ada calon pembeli saham maskapai pelat merah itu.

"Untuk akhir April, sudah ada harganya, sudah ada investornya. Sudah deal," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Parikesit Suprapto, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 24 April 2012.

Meskipun Parikesit tidak bersedia menyebutkan harganya, sumber VIVAnews mengatakan saham Garuda akan dijual pada harga Rp620 per unit. Harga tersebut diskon sekitar 17,3 persen dari saat IPO sebesar Rp750 per unit.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa 24 April 2012, harga saham Garuda berada di level Rp670 per unit.

Namun, sumber VIVAnews itu juga mempertanyakan proses pelepasan saham maskapai pelat merah tersebut. Mereka menyayangkan minimnya pengusaha nasional yang diundang untuk membeli saham Garuda tersebut.

Bahkan, sumber itu menambahkan, dari lima pengusaha nasional yang ditawari untuk membeli saham Garuda, hanya satu yang memasukkan penawaran, dan proses terus berjalan. "Biasanya kalau satu penawar yang masuk, proses diulang," ujar sumber itu.

Menanggapi proses pelepasan saham itu, Parikesit membantah hanya lima pengusaha nasional yang diundang dan ditargetkan untuk menjadi calon investor. "Mereka kan sudah menunjuk Morgan Stanley (sebagai penasihat keuangan). Dia sudah ke mana-mana, nggak hanya lima itu," ujar dia.

Kendati demikian, dia tidak mengetahui informasi bahwa yang berminat hanya satu pengusaha nasional. Dia hanya memastikan, Morgan Stanley, yang menawarkan kepada para calon investor.

Morgan Stanley, menurut Parikesit, bertugas untuk menyeleksi investornya, memberikan penawaran, dan juga menentukan harganya.

Pelepasan saham oleh tiga penjamin emisi itu, Parikesit melanjutkan, adalah murni aksi korporasi. Mereka memiliki portofolio untuk dilepas dan dijual. Menurut dia, Kementerian BUMN hanya mengoordinasikan agar ada kesamaan arah.

"Koordinasi belum selesai, masing-masing punya SoP (standard operating procedure). Kalau bareng-bareng, arahnya dilepas secara bersama-sama. Deal-nya urusan mereka," ujarnya.

Sementara itu, terkait harga yang ditawarkan, Kementerian BUMN berharap untuk melepas 10 persen di atas harga rata-rata bulan sebelumnya. Parikesit menegaskan, 10 persen di atas harga tersebut bukan untuk harga ketika saham disetujui terjual di hari itu.

Manajemen PT Bahana Securities juga menilai proses pelepasan saham Garuda Indonesia sudah sesuai mekanisme yang berlaku dan protokol capital market protocol.

"Sesuai juga dengan best practice untuk transaksi sejenis," kata Corporate Communication and Media Relations Bahana, I Gede Suhendra, dalam pesan singkat kepada VIVAnews.

Namun, Bahana belum bersedia berkomentar mengenai siapa calon pembeli saham Garuda di tiga sekuritas BUMN itu, dan pada harga berapa akan dilepas. Bahana masih menunggu selesainya proses yang sedang berjalan.

Sumber VIVAnews itu menambahkan pengusaha nasional yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung, dikabarkan sebagai calon pembeli saham Garuda tersebut. Namun, hingga kini, pemilik CT Corporation itu belum bisa dimintai komentarnya.

Komisaris Trans TV, Ishadi SK, juga belum dapat dikonfirmasi VIVAnews mengenai kabar masuknya Chairul Tanjung itu. Panggilan telepon VIVAnews belum berbalas.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar