UN Selesai, DKI Antisipasi Tawuran Pelajar

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/04/149938_puluhan-pelajar-diamankan-polisi_300_225.jpg

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meninjau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) di MTS Negeri 10, SMP Negeri 82, dan SMP Luar Biasa (LB) Pangudi Luhur, Senin 23 April 2012.

Di sela kunjungannya, Foke meminta peran semua pihak, termasuk orang tua murid dalam mengantisipasi tawuran pelajar yang kerap terjadi setelah pelaksanaan UN selesai.

Agar aksi tawuran tidak terulang lagi, seluruh jajaran kepala sekolah SMP dan MTsN telah diberikan instruksi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pembekalan kepada siswa didiknya. Siswa yang kedapatan tawuran, akan ditindak sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku, akan dikenakan sanksi tegas.

"Kita sudah mengimbau kepala sekolah, dan diteruskan ke peserta didiknya. Orang tua dan komite sekolah diharapkan membantu mengamankan," kata Fauzi Bowo, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 82, Jakarta Barat.

Menurut Foke, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengamankan aksi-aksi yang mungkin terjadi setelah pelaksanaan UN.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto menuturkan, meskipun hanya beberapa sekolah terlibat tawuran, namun aksi itu bukanlah peristiwa sederhana. Untuk itu diperlukan penanganan serius.

"Kita imbau agar setelah UN siswa tidak melakukan coret-coret dan konvoi," kata Taufik.

Menurut Taufik, pihak sekolah diwajibkan untuk terus membina siswanya. Terlebih jika terlibat tawuran, maka akan berdampak pada nama baik sekolah itu sendiri.

"Ini tidak sederhana tapi hanya beberapa sekolah. Kita tangani secara serius," ujarnya.

Namun demikian, Taufik meminta peran serta juga dari masyarakat. Jika melihat gerombolan siswa, masyarakat pun bisa segera membubarkannya.

"Bukan hanya persoalan edukatif saja. Masyarakat bisa mencegah tawuran, dan sekolah jangan lepas tangan, karena kejadian ini biasanya di luar jam sekolah," kata Taufik.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar