Jahitan Mata di 3 TKI Membuat Bingung KBRI

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/23/152057_herman--tki-diduga-korban-perdagangan-organ_300_225.jpg

VIVAnews - Jasad tiga TKI yang meninggal di Malaysia, Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon dikembalikan ke tanah air dalam kondisi sama: jahitan melintang di dada dan perut. Selain itu, jahitan juga membujur di tengah, dari dada ke bagian pusar. Yang juga jadi pertanyaan adalah jahitan di dua mata ketiga korban.

Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja menegaskan jahitan di dada adalah akibat proses otopsi. "Otopsi itu membuka jasad dari bahu kiri ke kanan, menyusuri dekat leher, dada ke bawah," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 23 April 2012.

Setelah dibuka, organ-organ dalam tubuh dipotong dan diperiksa, untuk menemukan apakah ada kelainan. Setelah selesai, organ akan dikembalikan dan tubuh kembali dijahit.

Otopsi, dia menambahkan, adalah prosedur normal bagi Kepolisian Malaysia terhadap jenazah yang meninggal tak wajar.

Lalu, mengapa ada jahitan di mata korban? Soal yang satu itu, Suryana mengaku tidak tahu. "Itu yang membuat kami bingung, apakah tembakannya mengenai mata," kata dia.

Untuk itulah, KBRI dan pemerintah mendorong adanya otopsi ulang di Tanah Air, untuk membuktikan apakah dugaan penjualan organ memang benar ada. "Kami dorong otopsi ulang untuk mengetahui benar atau tidaknya ada pengambilan organ," kata dia.

Tiga TKI dinyatakan tewas karena luka tembak. Herman (34) yang bekerja sebagai buruh bangunan dinyatakan meninggal akibat luka tembak di bagian kepala. Sementara Abdul Kadir Jaelani (25), juga buruh konstruksi dinyatakan tak bernyawa akibat sejumlah luka tembak. Sementara, Mad Noon yang mengadu nasib sebagai pekerja di perkebunan diberi keterangan kematian: "kesan tembakan berganda". (kd)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar