BBM Akan Jadi Kendala APBN Tahun Depan

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/02/10/104843_agus-martowardojo_300_225.jpgVIVAnews - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, menilai jika dalam waktu dekat harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak dinaikkan, akan berdampak pada postur anggaran 2013-2014.

Agus menjelaskan, ketidakjelasan kenaikan harga bahan bakar minyak membuat pasar selalu mempunyai ekspektasi akan ada kenaikan dan hal itu membuat inflasi naik.

"Jika 2012 tidak dilakukan penyesuaian harga BBM, pasti dampaknya akan membuat subsidi BBM membengkak dan dibawa pada postur 2013," kata Agus di Jakarta, Jumat 27 April 2012.

Menurut Agus, hal ini membuat tantangan bagi pemerintah untuk membuat rencana fiskal 2013-2014 lebih sehat. Mengingat, jika harga BBM tidak dinaikkan, subsidi energi tahun ini membengkak menjadi Rp340 triliun. Padahal, anggaran pada APBN-P cuma Rp225 triliun.

Mantan dirut PT Bank Mandiri Tbk ini mengatakan, jika BBM tidak dinaikkan, target defisit 2013 yang diprediksi rendah tidak akan terwujud. "Dalam keadaan sekarang, defisit tidak akan ada di kisaran 1 persen, tidak bisa mendekati balance budget 0,5 persen,"  katanya.

Agus menuturkan, pemerintah mempunyai langkah-langkah pengamanan agar kuota BBM bersubsidi tetap terjaga dan tidak terjadi pembengkakan subsidi. Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan penghematan yang berlaku nasional agar bisa menjaga kuota.

Dia menjelaskan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengeluarkan tujuh langkah penghematan, salah satunya menerbitkan kebijakan yang mengatur penghematan BBM dan listrik. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar