Banting Botol Air, Plt Walikota Bekasi Ngamuk

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/04/24/152272_plt-wali-kota-bekasi-rahmat-effendi_300_225.JPG

VIVAnews - Diduga karena tak senang diberitakan tersangkut sejumlah perkara korupsi, Pelaksana tugas (Plt) Walikota Bekasi Rahmat Effendi, mengajak wartawan yang juga Pemimpin Redaksi Harian Bekasi Ekspres Nico Godjang, berduel.

Peristiwa tersebut terjadi pada acara temu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) se-Kota Bekasi, yang dilangsungkan di rumah makan Warna-warni, jalan Inspeksi Kalimalang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 24 April 2012.

Rahmat Effendi dan Nico Godjang, keduanya menjadi pembicara dalam acara tersebut. Sejumlah saksi mata menyebutkan, sekitar pukul 09.00 WIB, Nico hadir lebih dulu. Berhubung Rahmat Effendi yang sebentar lagi dilantik menjadi Walikota definitif, acara kemudian ditunda hingga siang.

Temu pelaku UKM diawali dengan acara makan siang pada pukul 12.00 WIB.
Saat itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Narlisman, meminta Nico ke meja depan atau tempat pembicara.

Ketika hendak menyalami, Rahmat Effendi yang sudah duduk lebih dulu di tempat pembicara, tiba-tiba Rahmat membanting botol air mineral. Dengan nada tinggi, Rahmat mengungkapkan kekesalannya terhadap pemberitaan di Harian Bekasi Ekspres selama ini yang dia nilai tak benar. Bahkan Rahmat menantang Nico duel.

"Bekasi Ekspres mau ngajakin berantem gue. Kita mau pakai peradaban atau mau pakai hukum rimba," kata Rahmat sambil membanting botol air meneral hingga airnya bertumpahan. Peristiwa tersebut disaksikan tidak kurang dari 100 pelaku UKM.

Sejumlah peserta berusaha meredam Walikota Rahmat yang posisinya sudah saling berhadapan dengan Nico. Rahmat dalam posisi duduk, sementara
Nico masih berdiri di depannya.

"Ada beberapa orang pejabat yang mencoba meredam Walikota, tapi malah
tambah marah," cerita Nico.

Nico mengaku menyesalkan sikap Rahmat yang terkesan anti kritik. "Saya datang ke acara ini karena diundang sebagai pembicara oleh Dinas Perindustrian, tapi ternyata malah diajak duel. Saya juga tidak tahu alasannya apa, katanya pemberitaan di Harian Bekasi Ekspres selalu menyudutkan dia," terang Nico.

Terkait peristiwa itu, Rahmat belum memberikan keterangan apapun kepada wartawan.

Sejumlah berita yang diduga membuat Rahmat berang antara lain, dugaan
suap dalam perkara gugatan puluhan kepala sekolah terkait mutasi yang dimenangkan Pemerintah Kota Bekasi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang berjudul "Diduga Ada Suap Rp2,6 miliar", "Aparat Hukum Didesak Tuntaskan Korupsi di Pemkot" yang terbit pada Edisi Selasa 24 April 2012, dan berita beberapa waktu lalu terkait perkara korupsi revitalisasi Pasar Baru yang kini disidik Kejaksaan Agung.

Persatuan Wartawan Menyesalkan

Persatuan Wartawan Bekasi (Panwasi) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam keras tindakan Rahmat. Ketua Panwasi, Aris Koencoro, mengatakan, yang dilakukan oleh Plt Wali Kota Bekasi, sungguh memalukan karena tidak mencerminkan sikap seorang pejabat dan seorang yang berpendidikan.

"Masa menantang wartawan berantem di depan umum, sangat tidak beretika
dan arogan," kata Aris.

Menurut Aris, jika memang ada pemberitaan yang tidak berkenan atau dianggap merugikan, ada mekanisme yang bisa ditempuh, yaitu dengan hak jawab, somasi bahkan gugatan ke meja hijau.

"Jika tidak senang dikritik, silakan kirim somasi, semua ada mekanismenya. Tapi kalau nantang duel, kok jadi malah dia yang tidak ngerti peradaban," sesalnya.

Aris mengecam keras apa yang dilakukan oleh Plt Wali Kota Bekasi. Menurutnya, hal tersebut bukannya melecehkan wartawan, malah yang ada justru melecehkan dirinya sendiri.

Rahmat Effendi, dinilai tidak mengerti fungsi dan peran wartawan, sebagai pilar keempat untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah. "Kalau tidak mau dikritik, jangan jadi pejabat publik," ucap Aris.

Sementara itu, Ketua PWI Bekasi, Kusnadi, juga menyesalkan hal itu.
Menurut Kusnadi, seharusnya Rahmat tidak melakukan tindakan semacam itu
terhadap seorang wartawan terkait dengan pemberitaan.

"Jelas kami sangat menyesalkan kejadian ini. Harusnya Rahmat Effendi bisa lebih santun dan beretika," kata Kusnadi. (umi)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar