Promosi Makanan Indonesia, Kemendag Gelar Festival Kuliner

Bookmark and Share

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Kuliner-Betawi.jpgTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan kembali menggelar pameran pangan nusa dan pameran produk dalam negeri regional. Kali ini pameran kuliner ini diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan dan dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Hasanudin, Makassar.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Gunaryo mengungkapkan pameran ini bertujuan memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal. Mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Nasional” dan “Peningkatan Transaksi Domestik melalui Misi Dagang Lokal”, diharapkan ini dapat mendukung penguatan pasar dalam negeri terutama melalui peningkatan transaksi antar wilayah.

“Kekayaan kuliner tersebut yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi,” ujar Gunaryo di Jakarta, Rabu(6/6/2012).

Berdasarkan data Kemendag, sampai dengan tahun 2011, rasio penggunaan produk dalam negeri terhadap konsumsi rumah tangga masih 92 persen. Untuk mencapai target 95 persen pada 2014, Kementerian Perdagangan telah memfokuskan 10 produk yang akan diperkuat transaksinya, yaitu pangan segar, pangan olahan, kuliner, jamu, kosmetika, produk spa, alas kaki, furnitur, alat rumah tangga, serta pakaian dan kain.

Pada tahun 2011 lalu, konsumsi rumah tangga telah menyumbang 54,6 persen dari PDB sebesar Rp 7.427,1 triliun. Artinya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia pada 2011 adalah sebesar Rp 4.053,4 triliun.

Gunaryo berharap, peserta yang berpartisipasi dapat memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memperluas akses pemasarannya, namun juga untuk mengukur sejauh mana produknya memiliki daya saing.
“Negara-negara lain telah melirik potensi pasar Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kita dapat meningkatkan daya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga pameran ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan daya saing yang akhirnya akan mendukung kinerja perdagangan dan perekonomian nasional,” kata Gunaryo.

Adapun peserta yang mengikuti pameran di Makassar adalah berasal dari provinsi, Jambi, Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo.

Selain itu, terdapat beberapa mitra binaan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan mitra binaan dari Kementerian Perdagangan yang menempati sebanyak 85 stan, yang terdiri dari 40 stan pameran pangan nusa dan 45 stan pameran produk dalam negeri regional.

Guna mendukung keseluruhan kegiatan ini, akan dilaksanakan juga lomba masak makanan minuman khas daerah yang diikuti oleh 11 peserta dari 7 (tujuh) provinsi, yaitu Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan sendiri. Lomba tersebut bertujuan untuk memperkenalkan hidangan menu unggulan khas setiap daerah dan menciptakan produk pangan secara kreatif dan inovatif, dengan dewan juri profesional di bidangnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan kembali menggelar pameran pangan nusa dan pameran produk dalam negeri regional. Kali ini pameran kuliner ini diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan dan dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Hasanudin, Makassar.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Gunaryo mengungkapkan pameran ini bertujuan memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal. Mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Nasional” dan “Peningkatan Transaksi Domestik melalui Misi Dagang Lokal”, diharapkan ini dapat mendukung penguatan pasar dalam negeri terutama melalui peningkatan transaksi antar wilayah.

“Kekayaan kuliner tersebut yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi,” ujar Gunaryo di Jakarta, Rabu(6/6/2012).

Berdasarkan data Kemendag, sampai dengan tahun 2011, rasio penggunaan produk dalam negeri terhadap konsumsi rumah tangga masih 92 persen. Untuk mencapai target 95 persen pada 2014, Kementerian Perdagangan telah memfokuskan 10 produk yang akan diperkuat transaksinya, yaitu pangan segar, pangan olahan, kuliner, jamu, kosmetika, produk spa, alas kaki, furnitur, alat rumah tangga, serta pakaian dan kain.

Pada tahun 2011 lalu, konsumsi rumah tangga telah menyumbang 54,6 persen dari PDB sebesar Rp 7.427,1 triliun. Artinya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia pada 2011 adalah sebesar Rp 4.053,4 triliun.

Gunaryo berharap, peserta yang berpartisipasi dapat memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memperluas akses pemasarannya, namun juga untuk mengukur sejauh mana produknya memiliki daya saing.
“Negara-negara lain telah melirik potensi pasar Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kita dapat meningkatkan daya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga pameran ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan daya saing yang akhirnya akan mendukung kinerja perdagangan dan perekonomian nasional,” kata Gunaryo.

Adapun peserta yang mengikuti pameran di Makassar adalah berasal dari provinsi, Jambi, Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo.

Selain itu, terdapat beberapa mitra binaan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan mitra binaan dari Kementerian Perdagangan yang menempati sebanyak 85 stan, yang terdiri dari 40 stan pameran pangan nusa dan 45 stan pameran produk dalam negeri regional.

Guna mendukung keseluruhan kegiatan ini, akan dilaksanakan juga lomba masak makanan minuman khas daerah yang diikuti oleh 11 peserta dari 7 (tujuh) provinsi, yaitu Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan sendiri. Lomba tersebut bertujuan untuk memperkenalkan hidangan menu unggulan khas setiap daerah dan menciptakan produk pangan secara kreatif dan inovatif, dengan dewan juri profesional di bidangnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar