Tepis Stigma Warga Buangan, LP Gelar MTQ

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/05/23/1203536620X310.jpg

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin berharap lembaga-lembaga pemasyarakatan di Indonesia menghidupkan kembali kejuaraan Musabaqoh Tilawatil Quran di antara para narapidana. Selain untuk menggali bakat napi, hal itu juga dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa mereka warga buangan.

Insya Allah kami akan memproyeksikan hal itu penyelenggaraan lomba MTQ tingkat nasional. Dulu pernah, tetapi berhenti cukup lama. Terakhir kali berlangsung pada Februari 1997.
-- Amir Syamsuddin

"Insya Allah kami akan memproyeksikan hal itu (penyelenggaraan lomba MTQ tingkat nasional). Dulu pernah, tetapi berhenti cukup lama. Terakhir kali berlangsung pada Februari 1997," ujar Amir Syamsuddin, Kamis (12/4/2012) malam.

Dalam sambutannya ketika membuka MTQ untuk warga binaan (napi dan tahanan) se-Provinsi Kepulauan Riau, Amir mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan bukan hanya simbol, melainkan juga menggugah rasa kepedulian masyarakat.

Diharapkan, masyarakat dapat menerima kembali narapidana yang telah bebas dan berada di tengah-tengah masyarakat tanpa diskriminasi dan stigmatisasi. Dengan demikian, ujarnya, para mantan narapidana bisa menjadi anggota masyarakat yang produktif.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar