Keluarga: Mereka itu Manusia, Bukan Hewan..

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/16/1853188620X310.jpg

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Keluarga tiga bocah yang tewas tertabrak mobil di Desa Curahsawo, Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih sulit menerima kepergian anak-anak itu. Keluarga korban juga menyatakan kekecewaannya karena sopir yang menabrak berusaha melarikan diri dalam peristiwa itu.

Ketiga bocah berusia delapan tahun tersebut adalah Adi Kurniawan, Andriyanto dan Dita Khoirunnisa. Mereka tewas tertabrak mobil saat hendak menyeberang jalan menuju ke tempat pengajian. Ketiganya tertabrak mobil yang bermaksud menyalip truk dengan kecepatan tinggi, Rabu (13/6/2012).

Menurut beberapa saksi, sopir diduga kaget karena dari arah berlawanan ada truk yang berada di jalur salipnya. Mobil pun banting setir ke kanan dan menabrak ketiga anak tersebut. Sopir yang kabur akhirnya tertangkap polisi di perbatasan Probolinggo-Lumajang.

Sekarianto, paman Andriyanto, tampak masih menyesalkan kelakuan sopir yang hendak melarikan diri. Menurutnya, jika memang sopir itu lari karena takut dikeroyok massa, dia bisa menyerahkan diri ke kantor polisi.

"Nah, ini tidak. Dia malah lari. Emangnya keponakan saya dan teman-temannya itu kucing atau ayam, yang dibiarkan saja saat tewas karena tertabrak. Mereka yang ditabrak manusia, bukan hewan. Itu yang masih belum kami terima. Seandainya dia tidak melarikan diri, kami terima dengan lapang dada sebagai takdir," kata Sekarianto di rumahnya, usai menemui Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin yang datang melayat, Sabtu (16/6/2012) sore.

Atas kejadian itu, Bupati Hasan meminta keluarga korban untuk bersabar.

Andriyanto, Adi dan Dita dimakamkan berjejer. Tahlilan untuk mendoakan mereka digelar bersamaan di jalan desa setempat. Ratusan warga datang dalam tahlilan yang sudah berlangsung tiga hari.

Diberitakan, Adi Kurniawan meninggal di tempat kejadian. Sedang Andriyanto dan dan Dita mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke RSU PG Wonolangan, Dringu. Ketiganya luka di kepala bagian atas kanan. Hanya Adi yang kaki kanannya luka agak lebar.

Uswatun Hasanah, guru kelas 3 MI Sunan Ampel, masih sempat tak percaya murid-muridnya itu meninggal dunia. Dia mengaku seminggu sebelum dua anak didiknya, Dita dan Adi, meninggal, mereka mengajak ke surga. Ajakan itu dilontarkan dua siswanya saat mata pelajaran Aqidah Ahlak.

Awalnya mereka bertanya kehidupan di surga. Dita dan Adi kepincut masuk surga setelah dijelaskan Uswatun. Keduanyapun mengajak guru kelasnya untuk pergi bersama-sama ke surga. "Kamu saja berangkat duluan. Nanti kalau sudah ada di sana SMS saya yah," kata Uswatun menjawab ajakan muridnya sembari bercanda.

Atas kejadian itu, seluruh orang tua dan sanak keluarga korban meminta polisi untuk mengusut tuntas tabrakan tersebut. Mereka meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar