Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/09/20/123877_seorang-tentara-menjaga-kapal-tanker-dari-serangan-bajak-laut_300_225.jpg

VIVAnews - Pemerintah Italia mengumumkan telah memberi kompensasi sebesar US$380.000 (sekitar Rp3,5 miliar) kepada keluarga dari dua nelayan India yang tewas ditembak di laut. Tentara Italia mengira mereka adalah gerombolan bajak laut.

Menurut kantor berita Reuters, pemberian kompensasi ini diumumkan Konsul Jenderal Italia di Mumbai, Giampaolo Cutillo, Selasa waktu setempat. Dia mengatakan pemberian uang sebesar 10 juta rupee untuk masing-masing keluarga korban penembakan merupakan niat baik dan bukan bentuk pertanggungjawaban dari pemerintah Italia.

"Kami sampaikan ungkapan solidaritas kepada dua keluarga yang ditinggalkan. Kami menyesali insiden itu dan menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," kata Cutillo.

Penembakan ini berlangsung Februari lalu. Saat itu, dua prajurit marinir Italia tengah mengawal sebuah kapal tanker Enrica Lexie yang melaut di lepas pantai pesisir barat India.

Mereka lalu melihat sebuah kapal kecil dan mengira itu adalah kapal bajak laut Somalia. Tanpa ragu, dua tentara itu melepaskan tembakan ke kapal, yang ternyata milik nelayan India. Dua nelayan tewas seketika.

Dua tentara penembak itu dikenakan tuduhan atas pasal pembunuhan dan menunggu pengadilan di negara bagian Kerala, India. Kendati demikian, insiden ini telah menimbulkan masalah diplomatik antara India dan Italia.

Italia menuduh India telah melanggar yurisdiksi teritorial dengan menangkap tentara mereka di perairan internasional. Sebaliknya, pihak berwenang India menilai insiden itu sudah keterlaluan dan para pelaku harus diadili secara hukum nasional.

Kendati sudah ada kompensasi kepada keluarga korban, pemerintah negara bagian Kerala sendiri menyatakan proses hukum atas dua tentara Italia itu tetap berlangsung.

Janda salah seorang korban pun tetap tidak puas. "Uang tidak bisa menggantikan nyawa suami saya. Kami ingin dua marinir itu dihukum berat sehingga kejadian tersebut tidak terulang," kata perempuan yang tidak disebut namanya itu.

Perairan di sebelah barat India berdekatan dengan sebelah timur Laut Arab. Bagi para kapten kapal barang maupun tanker, Laut Arab termasuk rawan karena berdekatan dengan kawasan Tanduk Afrika, yang menjadi wilayah operasi para bajak laut Somalia.

Pasukan internasional dalam beberapa tahun terakhir telah mengerahkan kapal-kapal perang dan rutin berpatroli di perairan yang rawan bajak laut. Pasalnya, para perompak menjadikan sandera di kapal untuk mendapatkan tebusan. (eh)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar