Sukhoi Pakai Pemancar Sinyal Model Lama

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/14/154921_emergency-locator-transmiter--elt--milik-pesawat-sukhoi-ditemukan_300_225.jpg
VIVAnews - Teka-teki tidak tertangkapnya sinyal radio pesawat Sukhoi Superjet-100 oleh radar Badan SAR Nasional mulai terungkap. Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak itu menggunakan perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) model lama.

"Masih pakai model lama, ini tidak bisa terdeteksi karena sinyal ini tidak bisa menembus bukit," kata Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, tatang Kurniadi di Posko Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat, Senin 14 Mei 2012.

Namun demikian, tatang mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengapa sinyal alat yang ditemukan ini tidak bisa dideteksi oleh radar Basarnas. Perangkat ini ditemukan oleh Tim SAR siang ini.

ELT juga biasa disebut dengan Emergency Locator Beacon Aircraft (ELBA). Alat ini merupakan perangkat kompak yang dapat digunakan untuk mengantar transmisi radio pada pesawat sehingga memberikan lokasi akurat saat penyelamatan.

Sebelumnya, Tim SAR menyatakan tak bisa melacak keberadaan pesawat ini sesaat setelah hilang kontak pada Rabu 9 Mei 2012. Radar yang dimiliki Basarnas tidak bisa menangkap sinyal dari ELT ini.

Jenis lama ini memancarkan sinyal pada frekuensi 121,5 MH. Sedangkan perangkat ELT model baru memancarkan sinyal dengan frekuensi 406 MH. Model yang baru inilah yang bisa ditangkap oleh radar dari Basarnas. (ren)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar