Selain BBM, Elpiji Bersubsidi Juga Bengkak

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/19/61343_elpiji_300_225.jpg

VIVAnews - Tidak hanya penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi yang over kuota, PT Pertamina (Persero) juga menyatakan penyaluran elpiji 3 kilogram telah mencapai 1,23 juta metrik ton atau 4,9 persen di atas kuota anggaran.

Pertamina mengklaim, jika hal ini dibiarkan, penyaluran elpiji bersubsidi sepanjang tahun bisa mencapai 3,75 juta metrik ton atau 3,9 persen di atas kuota yang hanya 3,61 juta metrik ton.

"Mulanya perusahaan memproyeksikan penyaluran elpiji 3 kg pada kuartal I sebesar 1,17 juta metrik ton, namun kenyataannya jauh melampaui itu," kata Direktur Marketing & Trading Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Kamis 24 Mei 2012.

Realisasi penyaluran pada kuartal I 2012 menjadi indikasi awal kemungkinan terjadinya penyalahgunaan elpiji 3 kilogram. Jika tren ini terus berlanjut, maka Pertamina memprediksi kuota penyaluran elpiji 3 kilogram akan terlampui dan bisa mencapai 3,75 metrik ton atau 3,9 persen di atas kuota.

Pertamina saat ini tengah menata ulang jalur distribusi elpiji sehingga mengakibatkan elpiji langka di beberapa daerah seperti di Jawa Barat. "Kami sedang cek jalur distribusi dari Pertamina ke agen dan pangkalan. Kami cek apakah ada pangkalan, kalau fiktif kami coret untuk memastikan elpiji subsidi tidak disalahgunakan," katanya.

Kegiatan penataan yang dilakukan Pertamina dengan mendata ulang setiap pangkalan dan kemampuan dalam menyalurkan elpiji 3 kilogram kepada masyarakat dengan menggunakan referensi data pangkalan yang terdaftar dan dilaporkan para agen elpiji 3 Kg.

Pendataan tersebut akan ditindaklanjuti Pertamina dengan membuat kartu kendali bagi pengguna elpiji 3 kilogram untuk membuat kepastian bagi masyarakat yang berhak untuk menikmati alokasi elpiji 3 kilogram.

Pertamina sendiri telah menambah pasokan elpiji hingga 2.000 metrik ton per hari atau 25 persen dari total kebutuhan nasional untuk mengatasi hilangnya elpiji di sejumlah daerah.

Berbagai upaya Pertamina ini dilakukan agar subsidi energi yang dialokasikan pemerintah tidak jebol. Ia mengakui bisnis elpiji bagi Pertamina merupakan bisnis rugi, contohnya pada 2011 lalu Pertamina merugi hingga Rp4,5 triliun karena menyalurkan elpiji 3 kilogram. (eh)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar