Hidayat: Nomor Empat Simbol Empat Penjuru Mata Angin

Bookmark and Share
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2012/04/23/1004067620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Hidayat Nur Wahid - Didik Rachbini menyatakan puas dengan nomor urut yang diperoleh keduanya sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. Keduanya telah ditetapkan mendapat nomor urut empat dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

Ditemui usai acara di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2012), Hidayat Nur Wahid merujuk angka empat sebagai simbol mata angin. "Alhamdulillah angka 4 apa pun filosofinya kita harus menjunjung tinggi nomor urut kita. Angka 4 bisa berarti empat penjuru mata angin," ujar Hidayat.

Ia lantas memaknai simbol penjuru mata angin sebagai penerimaan luas dari masyarakat. Menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu, empat penjuru berarti seluruh lapisan masyarakat, semua golongan dan kalangan menerima pencalonan keduanya. "Karena kita diterima semua kalangan, Insya Allah kita akan mengembalikan kepercayaan itu dengan memenuhi komitmen kita kepada warga masyarakat," kata Hidayat.

Pada kesempatan itu, Hidayat juga menyampaikan pesannya kepada warga DKI Jakarta. Ia mengutarakan, tahapan baru dalam proses Pilkada DKI Jakarta telah dimulai. Setelah Jumat (11/5/2012), nama-nama pasangan calon mendapat penetapan, hari ini masing-masing pasangan mendapatkan nomor urut resmi. "Mari kita memulai dengan semangat baru. Mari kita menggunakan cara-cara kampanye yang sehat, tidak perlu ada black campaign," seru Hidayat.

Sementara itu, pasangan yang mendapat nomor urut enam, Alex Noerdin dan Nono Sampono enggan mengomentari nomor urut yang didapatkan keduanya. Pasangan yang diusung Partai Golkar itu keluar dengan cepat dari ruangan begitu acara selesai tanpa memberikan pernyataan apa pun.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar