atuan Tugas AFC Belum Berikan Rekomendasi kepada PSSI La Nyalla

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/19/1133321620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan tugas yang dibentuk AFC belum memberikan rekomendasi apapun setelah bertemu perwakilan PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Seluruh Indonesia (KPSI) di Ritz Caltron, Bukit Bintang, Malaysia, Selasa (24/4/2013) waktu setempat. Namun, AFC menyambut baik berbagai data yang dibawa kedua delegasi yakni CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono dan Ketua Komdis, Hinca Panjaitan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Media PSSI La Nyalla, Azwan Karim. Menurut Azwan, berbagai data yang disampaikan kepada task force termasuk data Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012.

"Tim Task Force sangat menghargai semua data dan dokumen yang dibawa kami (Hinca Panjaitan dan Djoko Driyono). Belum ada rekomendasi apapun, dan delegasi juga puas dengan dialog yang terjadi," jelas Azwan.

"Pertemuan kami (PSSI hasil KLB Jakarta) mulai pukul 12.00 hingga 14.00," lanjutnya.

Selain melakukan pertemuan dengan PSSI pimpinan La Nyalla, satuan tugas AFC juga bertemu dengan PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin. Sekjen PSSI Tri Goestoro dan Wakil Ketua Umum Farid Rahman menjadi perwakilan PSSI. Namun, sampai berita ini diturunkan, PSSI belum memberikan keterangan soal pertemuan yang telah dilakukan.

Satuan Tugas merupakan rekomendasi dari AFC kepada FIFA setelah AFC melakukan rapat Komite Eksekutif AFC pada 23 Maret lalu seperti tertuang dalam surat Sekjen AFC Alex Soosay kepada Sekjen FIFA Jerome Valcke pada 26 Maret lalu. Anggota dari satuan tugas ini diantaranya terdiri dari Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, Anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato' Worawi Makudi, Sekjen AFC Dato' Alex Soosay, serta Kepala Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional AFC James Johnson.

Nantinya, satuan tugas bekerja untuk menyelesaikan persoalan asosiasi yang tak sah, yaitu kepengurusan PSSI versi KPSI, serta liga yang tak sah, Indonesia Super League (ISL). Jika tidak menemukan solusi, maka Indonesia akan dikenakan sanksi 15 Juni mendatang.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar