May Day (Selamat Hari Buruh Internasional)

Bookmark and Share
(Selasa 1/5) Ribuan buruh mulai bergerak menuju Istana. Gelombang buruh menguasai jalur di kawasan Bundaran HI hingga Istana, termasuk jalur Bus TransJakarta, massa tumpah memadati setiap jalur menuju Istana. Ada juga buruh yang konvoi dengan motor. Pengendara yang terjebak di kawasan itu terpaksa bersabar hati menanti buruh selesai jalan kaki dan menuju Istana. Demikian gambaran kota Jakarta yang ditayangkan beberapa stasiun TV swasta dalam program "Breaking News".
Hari ini Jakarta benar2 milik para buruh, hampir semua kawasan macet oleh peserta demo, peringatan puncak di Gelora Bung Karno diisi dengan orasi tuntutan para pendemo dari berbagai federasi buruh se Pulau Jawa. Tuntutan yang hampir seragam adalah meminta pihak Pemerintah untuk mencabut UU Outsourching dan upah yang layak bagi kaum buruh. Hidup kaum buruh selamat memperingati hari buruh 1 Mei 2012. Damai Yes...Kekerasan No...! Tapi ingat Pemerintah jangan tutup mata dan telinga kalau tidak mau terjadi revolusi dinegeri ini.

Asal usul May day sebagai Hari Buruh Internasional

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Gerigi-gerigi panas mesin era industri membelalakkan mata kaum pekerja terhadap kondisi masyarakat. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis Barat. Amerika Serikat merupakan contoh konkrit. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, menuai amarah dan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Abad 19 juga menandakan sebuah momen penting kesadaran kelas pekerja dunia. Kongres Internasional Pertama [i], diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: “Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.” Kaum revolusioner waktu itu menganggap bahwa tuntutan delapan jam sehari bukanlah tuntutan final, melainkan taktik untuk mengakselerasikan kesadaran kelas yang luas di antara kalangan kelas pekerja. Semenjak saat inilah, gerakan pekerja mulai menggemakan ide-ide mengenai solidaritas internasional. Di mana harapan akan sebuah dunia baru yang lebih baik mulai bersemi di setiap hati para kelas pekerja dunia yang beramai-ramai berseru: “Derita satu adalah derita yang dirasakan semua!” Kongres Jenewa merupakan titik berangkat transformasi visi dan strategi gerakan kelas pekerja di masa depan.
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Selamat Hari Buruh, kami ikut mendukungmu..!!!
(Dari berbagai sumber)***
Foto: Courtesy solopos.com
.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar