Pelestarian Keris Sebagai Warisan Dunia Sulit

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/14/1522586p.jpghttp://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/14/1522586p.jpg
BANDUNG, KOMPAS.com--Dari lima karya budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, keris adalah warisan budaya yang paling sulit dipertahankan kelestariannya.
"Kalau wayang gampang bisa dipentaskan, kalau keris sulit pelestariannya," kata Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung, Toto Sucipto, di Bandung, Kamis.
Tidak seperti batik yang bisa dilestarikan dengan mendorong orang memakainya, lanjut Toto, akan sulit meminta orang meningkatkan pemakaian keris karena keris tidak biasa digunakan sebagai perkakas sehari-hari.
"Bisa-bisa terkena razia senjata tajam kalau dibawa ke mana-mana," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini salah satu upaya yang diusulkan untuk melestarikan keris namun belum terlaksana adalah pembentukan lembaga keris sebagai wadah untuk mengumpulkan para perajin, kolektor, dan peminat keris.
Lembaga semacam itu, menurut dia, akan bisa melakukan upaya pelestarian warisan budaya itu secara berlanjut sehingga tidak sampai hilang dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Saat ini ada lima karya budaya Indonesia telah berhasil mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO yaitu wayang, keris, angklung, batik, dan tari Saman Gayo.
Sebagai konsekuensi dari pengakuan UNESCO, Indonesia mempunyai kewajiban untuk melestarikan dan mengembangkan keris agar terhindar dari kepunahan.
UNESCO berhak mencabut kembali pangkuan tersebut apabila Indonesia tidak bisa menjaga kelestarian keris sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar