Gubernur Bali: Hargai Seniman dengan Upah Layak!

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/03/2142179620X310.jpg

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui komponen pariwisata Bali masih belum menghargai seniman dengan upah yang layak saat tampil dalam pementasan di hadapan wisatawan mancanegara di hotel-hotel berbintang.

Paket pariwisata Bali sebenarnya dijual kepada wisman sangat mahal, namun masyarakat Bali menikmatinya sangat murah.
-- Made Mangku Pastika

"Bahkan keberangkatan pergi pulang rombongan seniman ke hotel dengan menggunakan truk," kata Gubernur Pastika didampingi Kepala Dinas Kebudayaan setempat I Ketut Suastika di Denpasar, Minggu (6/5/2012).

Ketika mengadakan pertemuan dengan sejumlah sekaa kesenian yang selama ini berperan serta dalam pementasan untuk menyukseskan program unggulan Pemprov Bali, Pastika mengatakan, selain upah yang diterima rendah, juga kalangan hotel tidak menyediakan fasilitas yang memadai.

Pastika mengatakan, hotel tidak menyediakan tempat khusus untuk berhias, sehingga seniman dalam berhias sebelum pentas memanfaatkan tempat yang ada termasuk di peturasan (WC).

Padahal pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan, kalangan hotel atau pihak-pihak lain yang menangani pementasan kesenian tradisional untuk lebih peduli terhadap keberadaan seniman. Hal itu dengan memberikan upah yang wajar, tempat berhias yang memadai serta angkutan umum yang layak, bukan lagi menggunakan truk, demi keamanan dan kenyaman seniman.

"Paket pariwisata Bali sebenarnya dijual kepada wisatawan mancanegara sangat mahal, namun masyarakat Bali menikmatinya sangat murah, sehingga pihak-pihak tertentu memperoleh keuntungan yang sangat besar," ujar Pastika.

Untuk itu Gubernur Bali meminta ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi, karena seniman Bali mempunyai peran yang sangat strategis dalam menarik kunjungan wisman. Pasalnya, seni budaya, adat dan ritual yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Bali menjadi daya tarik wisman ke daerah ini untuk datang secara berulang-ulang tanpa merasa jenuh.

"Oleh sebab itu komponen pariwisata perlu lebih peduli dan menghormatinya dengan membayar upah yang memadai kepada seniman yang pentas di hadapan wisman," harap Pastika.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketut Suastika menambahkan, Bali yang selama ini memiliki peraturan daerah (Perda) tentang pariwisata budaya akan disempurnakan dengan menambah peraturan gubernur tentang upah ideal bagi seminan yang pentas untuk kepentingan wisatawan dalam dan luar negeri.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar