Anggota TNI yang Tertangkap Jadi Pintu Polisi Telusuri Geng Motor

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/13/1703096620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat anggota TNI dari satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6 Tanjung Priok ditangkap polisi militer (POM) Kodam Jaya terkait aksi kekerasan yang dilakukan geng motor. Aparat kepolisian menyambut positif tindakan itu lantaran bisa jadi pintu masuk tim gabungan Polri dan POM untuk mengungkap kasus ini.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (20/4/2012) di Mapolda Metro Jaya. "Dari empat yang terlibat, itu jadi pintu masuk untuk melihat bagaimana rombongan bergerak sampai jatuhnya korban-korban. Ini pintu masuk bagi penyidik gabungan itu," ujar Rikwanto.

Dengan ditangkapnya keempat orang itu, Rikwanto mengaku bahwa pihaknya sudah mendapat titik terang kasus kekerasan geng motor ini. Polisi, diakui Rikwanto, juga sudah mendapat perintah langsung untuk menindaklanjuti penangkapan POM TNI itu.

"Kami akan berikan direct kepada penyidik Polri untuk mendalaminya, untuk ambil keterangan dan informasi dari oknum TNI yang terlibat, barangkali di dalamnya bisa lebih jelas," kata Rikwanto.

Penyidikan terhadap kasus ini, lanjutnya, juga tetap dilakukan oleh tim gabungan TNI dan Polri. Informasi akan dirembuk bersama-sama untuk memperjelas keterlibatan tiap-tiap pelaku tersebut. Tersangka pun diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan jalannya pemeriksaan terhadap empat anggota TNI itu.

"Bisa saja ada tambahan lagi, termasuk dari masyarakat, itu bisa saja," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, keempat anggota TNI tersebut merupakan bagian dari ratusan pria berbadan tegap dan berambut cepak yang mengendarai sepeda motor lalu mengacak-acak Jakarta Utara dan Jakarta Pusat pada tanggal 13 Januari 2012 lalu. Sebanyak satu orang tewas dan delapan orang lainnya terluka akibat aksi brutal tersebut.

Aksi brutal itu dipicu oleh peristiwa tewasnya Kelasi Arifin, staf khusus Panglima Armada Kawasan Barat TNI AL di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, pada tanggal 29 Maret 2012. Setelah peristiwa ini, aksi pembalasan terjadi pada tanggal 7 April 2012.

Puluhan pria berbadan tegap dan berambut cepak yang mengendarai sepeda motor menyerang kelompok pemuda di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di dalam peristiwa itu, satu orang tewas, yakni Soleh, sementara tiga rekannya mengalami luka berat.

Penyerangan kemudian berlanjut pada tanggal 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok pesepeda motor yang mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

Kejadian serupa juga akhirnya berulang pada Jumat (13/4/2012) dini hari. Kelompok ini bergerak mulai dari kawasan Tanjung Priok-Warakas-Salemba-Pramuka. Satu orang tewas, yakni Anggi Darmawan, sedangkan delapan orang lainnya mengalami luka berat.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar