BIN: Informasi Pangdam soal Geng Motor Sudah Ditindaklanjuti

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/21/1850453620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Intelijen Negara Letjen Marciano Norman mengatakan, informasi Panglima Kodam Jaya Mayjen Waris yang menyatakan adanya keterlibatan anggota TNI pada aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor di Jakarta telah ditindaklanjuti. Penegakan hukum di lingkungan TNI tetap dijalankan.

"Itu sudah didalami oleh Polisi Militer. Saya rasa di TNI itu, aturan penegakan hukum berjalan sangat baik," kata Marciano kepada para wartawan di halaman Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Marciano, yang juga mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, mengatakan, jika pengadilan memutuskan bahwa anggota TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut bersalah secara sah dan meyakinkan, yang bersangkutan akan ditindak sesuai aturan.

Sebelumnya, pada acara silaturahim TNI-Polri di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (19/4/2012), Mayjen Waris mengungkapkan keterlibatan anggota TNI. Waris juga mengaku sempat "curhat" ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal aksi geng motor ini.

"Saya dipanggil Presiden ke Cikeas bersama Kapolda. Di sana, saya bilang ke Presiden mohon maaf saya belum mampu memenuhi keinginan senior saya yang ekstrem," tutur Waris.

Ketika itu, Waris pun ditanya Presiden SBY, "Senior yang mana? Saya jawab lantang, Si A." Yang disebut Waris adalah atasan yang ketika memimpin mendukung peristiwa itu.

Ia melanjutkan, sebagai perpanjangan tangan Panglima TNI, Pangdam Jaya bertanggung jawab penuh menjaga keamanan di wilayahnya. Oleh karena itu, Waris pun sudah berbicara ke semua angkatan TNI agar tidak berbuat onar.

"Sudah saya sampaikan ke angkatannya untuk tidak coba-coba mengacau terkait geng motor," ujarnya. Menurut Waris, jika ada sikap pemimpin yang mendukung penyerangan geng motor itu, maka tidak pantas bila disebut senior.

"Saya bicara lantang karena saya siap dipecat karena saya ini mau dipecat juga tetap bisa hidup. Saya orang Dharma Wulan, saya orang desa, biasa hidup susah," kata Waris.

Ia mengakui sebagai pemimpin Kodam Jaya, cukup sulit menjaga kestabilan keamanan dan juga memenuhi keinginan para senior. Akan tetapi, seorang pemimpin, menurut dia, harus punya keberanian moral.

"Karena itu, jangan takut, Pak Polisi! Saya di belakang Anda. Kalau takut kena tembak, itu enggak ada rasanya kok, paling rasanya 15 menit kemudian. Apalagi dilempar batu, rasanya baru 10 menit kemudian. Hanya orang sinting yang ingin negaranya rusuh!" ucap Waris menggebu-gebu.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar