Empat Anggota Kodam Jaya Terbukti Terlibat Geng Motor

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/29/1312314620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pengendara bermotor pada Jumat, 13 April 2012 dini hari di delapan titik di Jakarta, menemukan titik terang. Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Infanteri Adrian Ponto mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan empat orang anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Memang betul ada empat orang Kodam Jaya yang terlibat dalam kegiatan pada jumat malam. Serda YP, Serda JT, Pra KM dan Pratu MK," ujarnya kepada wartawan di gedung penerangan Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (20/4/2012).

Adrian melanjutkan, pengungkapan keempat anggotanya tersebut terlibat dalam kasus yang menghebohkan masyarakat tersebut bermula melalui penyelidikan Information Technology (IT).

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pejabat intelejan, didapatkan dari telepon dari anggota yang kena tembak. Melalui proses IT, dilihat nomor telepon yang dihubungi, didapatkan lah ada nama-nama, termasuk 4 orang anggota Kodam Jaya ini," lanjutnya.

Keempat anggota TNI tersebut diamankan tanggal 18 April 2012 dan langsung diperiksa di Pomdam. Adrian pun mengungkapkan, dari keempat anggotanya, masih akan dikembangkan ke arah siapa yang menjadi provokator utama dalam aksi penyerangan tersebut.

Rangkaian peristiwa tersebut bermula saat Kelasi Arifin menjadi korban pengeroyokan geng motor di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (31/3/2012) malam. Saat itu, para pemuda itu merasa tidak terima ditegur Arifin. Arifin pun dihajar hingga akhirnya tewas dengan luka bacok di bagian punggung.

Kasus tersebut pun berlanjut dengan aksi pembalasan pada tanggal 7 April 2012 di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara. Ratusan pria yang mengendarai sepeda motor menyerang kelompok orang di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di dalam peristiwa ini, satu orang tewas yakni Soleh dan dua rekannya mengalami luka berat.

Belum berhenti sampai di situ, pada Jumat tanggal 13 April 2012 dini hari, ratusan pengendara bermotor tersebut kembali melakukan penyerangan ke delapan titik di Jakarta. Antara lain Warakas, belakang Pos Volker, Tanjung Priok dan Pramuka. Dari penyerangan tersebut, satu orang pemuda bernama Anggie Darmawan meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar