2015, Garuda Targetkan 150 Pesawat

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/01/1747265620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat penawaran umum saham perdana Garuda Indonesia, manajemen Garuda Indonesia menargetkan penambahan hingga 150 unit pesawat. Tidak hanya dari jenis Boeing, Garuda juga akan berpaling ke Airbus sebagai produsen pesawat andalannya sejak dulu.

Apakah sudah dipikirkan dengan matang-matang kesiapan sumber daya manusianya.
-- Isays Sampesule

Berdasarkan situs resmi Garuda, saat ini Garuda mengoperasikan 92 unit pesawat, yakni 44 unit Boeing 737-800 NG, 5 unit Boeing 737-500, 17 unit Boeing 737-400, 11 unit Boeing 737-300, 3 unit Boeing 747-400, 6 unit Airbus 330-200, dan 6 unit Airbus 330-200.

"Persoalannya, dari program Quantum Leap yang dicanangkan manajemen Garuda, apakah sudah dipikirkan dengan matang-matang kesiapan sumber daya manusianya?" kata Isays Sampesule, pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG), Jumat (22/7/2011), usai jumpa pers soal pemogokan pilot Garuda di Hotel Nikko, Jakarta.

Presiden APG Capt Stephanus mengatakan, sebenarnya dibutuhkan tambahan 150-200 pilot Garuda per tahun. Namun, persoalannya setiap tahun sekolah pilot di Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 300-400 penerbang.

Tahun 2011 ini, misalnya, Lion Air masih akan mendatangkan 16 unit Boeing 737-900 ER. Sementara itu, enam unit MA-60 juga akan didatangkan Merpati Nusantara Airlines di tahun ini.

Untuk jangka panjang, Garuda mendatangkan secara bertahap 25 unit Airbus A320 mulai tahun 2014 hingga tahun 2018, masing-masing lima unit pesawat per tahun. Sementara Indonesia AirAsia, kata Manajer Komunikasi IAA Audrey Progastama, akan mendatangkan 30 unit Airbus A320 sampai 2015 mendatang.

Dengan demikian, sebenarnya tak hanya Garuda yang mengalami krisis pilot sehingga menimbulkan konflik di dalam maskapai, tetapi maskapai-maskapai lain juga terancam krisis serupa.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar