10 Industri Tangguh Masih Bertahan

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/10/31/129606_kawasan-industri_300_225.jpg 
VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pertumbuhan sektor industri manufaktur besar dan sedang selama kuartal I-2012 turun sebesar 0,82 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Beruntung, penurunan ini merupakan tren tahunan yang senantiasa melanda sektor industri.

Kepala BPS, Suryamin, mengatakan, penurunan pertumbuhan industri nasional terutama disebabkan penyerapan anggaran pemerintah yang belum maksimal. Selama ini, kegiatan industri memang berkaitan dengan APBN.

“Biasanya, penyerapan anggaran kuartal I masih kecil. Nanti, pada kuartal berikutnya akan naik, jika penyerapan lebih besar,” ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2012.

Kendati secara tahunan mengalami penurunan, Suryamin memaparkan, masih ada industri yang tumbuh signifikan selama kuartal I-2012. Industri itu adalah sektor farmasi dan obat-obataan tradisional yang tumbuh 24,65 persen, disusul alat listrik 15,72 persen, jasa reparasi 10,29 persen, industri pengelolaan lainnya 10,15 persen, dan industri pengolahan tembakau 9,50 persen.

Pertumbuhan juga terjadi pada industri mesin dan perlengkapan 8,54 persen, barang galian bukan logam 7,75 persen, percetakan dan reproduksi media rekaman 7,46 persen, karet, barang dari karet dan plastik 5,01 persen, serta logam dasar 4,45 persen.

Sementara itu, industri yang menurun adalah industri kulit, alas kaki sebesar 2,51 persen, tekstil 2,91 persen, kendaraan bermotor 6,84 persen, dan sektor industri berbasis kayu 12,47 persen.

Berbeda dengan industri skala besar dan sedang, pertumbuhan justru terjadi pada produksi industri manufaktur mikro dan kecil. BPS mencatat kenaikan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode setahun sebelumnya.

Sayangnya, dibandingkan kuartal IV-2011, industri skala mikro dan kecil ini justru turun 1,12 persen. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar