Walhi: 2015 Bali Alami Krisis Air

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/11/110765_air-bersih_300_225.jpg

VIVAnews - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Bali melansir data jika pada tahun 2015, Pulau Bali akan mengalami krisis air. Yang lebih mengerikan, Walhi memprediksi pada tahun 2020 Pulau Seribu Pura akan mengalami krisis air bersih.

"Ancaman krisis ekologi Bali di ambang batas. Saat ini Bali telah mengalami gejala-gejala krisis ekologi. Hal yang paling nyata, adalah krisis yang dianggap paling mendasar, yakni krisis air," papar Deputi Internal Walhi Bali, Suriadi Darmoko dalam rilis yang diterima VIVAnews, Minggu, 22 April 2012.

Penelitian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 1997 silam, Darmoko menyebutkan Bali akan mengalami krisis air pada tahun 2013 sebanyak 27 miliar liter. "Sementara BLH menyebut Bali akan mengalami krisis air bersih pada tahun 2020," tambah Darmoko.

Walhi mengajukan tiga hal sebagai obat penawar. Pertama, urai dia, Pemerintah Propinsi Bali harus konsisten menegakkan Perda Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Bali yang sangat peduli terhadap ekologi. Kedua, menurutnya, moratorium pembangunan industri pariwisata harus dilakukan konsisten.

Hal itu dimaksudkan agar pemerintah bisa mengambil jarak dari masalah agar didapat solusi jangka panjang dan komprehensif. "Pada saat sama harus diberi ruang dan kesempatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan agar tercapai pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," tegas Darmoko.

Terakhir, sambung dia, Pemerintah Propinsi Bali harus segera membuat master plan pembangunan Bali secara komprehensif mulai dari hulu hingga ke hilir.

"Itu diperlukan guna mereduksi pembangunan yang cenderung eksploitatif tehadap lingkungan," imbuh Darmoko.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar