Persisam Yakin Polri Tidak Akan Stop Izin Kompetisi ISL

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20120319_Gol_El_Loco.jpg

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Direktur Marketing dan Bisnis Klub Persisam Putra Samarinda Yunus Nusi menanggapi pernyataan Ketua Tim Rekonsiliasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Bernhard Limbong, yang akan menemui Kepala Polri Jenderal Timor Pradopo untuk menyetop izin-izin pertandingan yang digelar PT Liga Indonesia, secara tidak langsung menyeret lembaga atau aparat hukum masuk dalam konflik internal di tubuh PSSI.

Menurut Yunus, permintaan Bernhard kepada aparat hukum kepolisian untuk menyetop atau mencabut izin keramaian tidak akan dikabulkan. Pasalnya, Polri secara sadar dapat menempatkan posisinya dengan memiliki tanggungjawab tugas dan wewenangnya secara profesional.

"Limbong itu harus tahu diri cara menyikapi konflik di tubuh PSSI. Saya yakin tidak akan direstui oleh Kapolri. Karena Polri tidak mau masuk dalam konflik internal klub sepakbola. Sepakbola di ISL lebih semarak dan jadi hiburan rakyat di seluruh Indonesia," tutur Yunus, kepada Tribun, Minggu (1/4/2012).

Tindakan Limbong, lanjut Yunus, pernah dilakukan oleh Nurdin Halid saat masih menjabat Ketua PSSI. Ia menceritakan, ketika PSSI dipimpin Nurdin, muncul kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang kabarnya dibentuk Arifin Panigoro.

"Nurdin melaporkan ke Polri untuk mencabut izin-izin pertandingan yang digelar oleh LPI waktu itu. Polri tidak mau menindaklanjuti laporan itu. Karena itu sudah masuk dalam konflik internal. Saya yakin, Polri tidak akan menggubris laporan Limbong. Kalau melarang izin kompetisi, ingat ada tim Persipura yang wilayahnya di Pulau Irian itu rentan," papar Yunus, yang menjabat Sekretaris Eksekutif Forum Pengprov PSSI se Indonesia.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar