knum TNI yang Diamankan Berpangkat Pratu hingga Serda

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/16/1053139620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) terkait aksi kekerasan yang dilakukan geng motor. Keempat anggota Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6 Tanjung Priok tersebut berpangkat Pratu hingga Serda.

"Empat orang itu masih diperiksa di POM Dam Jaya sejak Selasa atau Rabu lalu," ungkap Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Andrian Ponto, Jumat (20/4/2012), saat dihubungi wartawan.

Ia menjelaskan, keempat oknum TNI itu adalah Sersan Dua (Serda) YP, Serda JT, Prajurit Kepala (Praka) M, dan Prajurit Satu (Pratu) MK. "Semuanya anggota Arhanud 6 Tanjung Priok," ucap Andrian.

Dari keempat pelaku itu, lanjutnya, belum ada barang bukti yang disita polisi militer. Pemeriksaan terhadap keempatnya masih terus dilakukan untuk mengetahui dugaan keterlibatan oknum TNI lainnya.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi anggota kami yang terlibat. Tapi kalau pun ada, pasti akan langsung diproses," kata Andrian.

Sebelumnya, Panglima Daerah Militar Jayakarta, Mayor Jenderal Waris, menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi hukum tegas terhadap empat orang anggota TNI yang terlibat aksi brutal geng motor. Tak tanggung-tanggung, hukuman penjara menanti keempat anggota tersebut.

"Hukumannya, hukuman berat dan tidak ada cerita. Di-sel!" kata Waris, Kamis (19/4/2012) malam, usai acara silaturahmi TNI-Polri di Hotel Sahid, Jakarta.

Keempat anggota TNI itu merupakan bagian dari ratusan pria berbadan tegap dan berambut cepak yang mengendarai sepeda motor lalu mengacak-acak Jakarta Utara dan Jakarta Pusat pada tanggal 13 Januari 2012 lalu. Sebanyak satu orang tewas dan delapan orang lainnya terluka akibat aksi brutal tersebut.

Akri brutal itu dipicu oleh peristiwa tewasnya Kelasi Arifin, staf khusus Panglima Armada kawasan barat TNI AL, di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara pada tanggal 29 Maret 2012 lalu. Setelah peristiwa ini, aksi pembalasan terjadi pada tanggal 7 April 2012. Puluhan pria berbadan tegap dan berambut cepak yang mengendarai sepeda motor menyerang kelompok pemuda di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam peristiwa itu satu orang tewas yakni Soleh dan tiga orang rekannya mengalami luka berat. Penyerangan kemudian berlanjut pada tanggal 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok pesepeda motor yang mencoreng pipinya dengan cat warna putih. Kejadian serupa juga akhirnya berulang pada Jumat (13/4/2012) dini hari.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar