Ken Arok dan Ken Dedes Sama-sama "Selingkuh" di Malang

Bookmark and Share

TRIBUNNEWS.COM - "Perselingkuhan" antara Ken Dedes dan Superman, akan terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Perselingkungan ikon nusantara dan ikon modern itu akan diperagakan dalam acara International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF), yang akan berlangsung pada tanggal 8 sampai dengan 10 April 2012 mendatang.

Maksud dari perselingkuhan tersebut, adalah persilangan budaya Malang dan budaya luar Indonesia, di zaman modern, diwakili sosok Superman. Budaya Nusantara diwakili sosok Ken Dedes dan Ken Arok.

Dalam Festival itu, budaya Indonesia, diwakili Malang dengan batik Kampung Celaket akan dikawinkan dengan budaya negara luar. "Di Kampung Celaket, masyarakat yang hadir nantinya, akan diperlihatkan saat 'Ken Dedes' berselingkuh dengan Superman. Bahkan, Ken Arok juga akan berselingkuh dengan sosok Cat Woman," jelas Ketua Panitia Pelaksana ICCCF, Fenny Rochbeind, kepada Kompas.com, Jumat (30/3/2012) lalu.

Menurut Dosen Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM) itu, ICCCF itu, digagas untuk melihat kembali sejarah Kota Malang. "Rakyat Indoensia, warga Malang khususnya, akan merayakan identitas kota dan memupuk solidaritas masyarakat," jelasnya.

Kampung Celaket, yang akan menjadi lokasi Festival melingkupi tiga kelurahan yakni Kelurahan Samaan, Lowokwaru dan Rampal Celaket. "Selain itu kampung-kampung tua di Kota Malang akan diundang untuk ambil bagian juga," paparnya.

Kota Malang sebagai "Kota Kolonial", jelas Fenny, yang didesain modern memiliki kekayaan artefak yang melimpah. Mulai arseitektur kota dan bangunan, serta situs purbakala yang dikonservasi sebagai bagian dari masa lalu, yang ada di Kota Malang.

Dalam acara ICCCF nantinya katanya, akan hadir berbagai mahasiswa dan seniman dari berbagai negara, yang akan bergabung dalam ICCCF.

Malang yang sekarang berkembang dengan berbagai latar ide-ide kosmopolitan, melampaui ruang yang disebut tradisi bahkan entitas negara. "Festival ini dilatarbelakangi perkembangan kota Malang dalam kerangka budaya. Kota Malang memiliki penduduk yang majemuk dengan ciri khas kota pendidikan yang menampung silang budaya," katanya.

Berbagai ras ada di Malang, hal inilah katanya, yang menggelitik dilaksanakannya ICCCF di Kota Malang. "ICCCF juga untuk menunjukkan kepada penduduk dunia bahwa Indonesia tidak seseram yang mereka bayangkan. Ada banyak kegiatan dalam festival itu. Seperti pameran seni kriya dan kesenian tradisional, pameran foto tentang Kampung Batik Celaket, Bazar, Workshop Batik, Pentas Seni Tradisi, dan Workshop tentang Wajah Kota," jelasnya.

Bahkan ICCCF nantinya akan mempertemukan penyair dari luar negeri yang melakukan residensi di Malang. Penyair dan seniman yang datang dari luar ada Michael Agustin dari Jerman, Martin Glaz Serup dari Denmark, sedangkan dari Indonesia Afrizal Malna, dan D Zawawi Imron. "Sementara dalam orasi budaya akan disampaikan oleh Sindunata dan Putu Fajar Arcana," kata Fenny Rochbeind.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar