Ika Disekap dan Disiksa di Kamar Kos

Bookmark and Share
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Keinginan membahagiakan orangtua dengan menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia, harus dibayar mahal oleh Ika Rini (25). Iming-iming penghasilan besar ternyata berujung penganiayaan oleh Sutris, pacar yang baru dikenal enam bulan saat di Malaysia.

Warga Dusun Sungapan, Wahyuharjo, Lendah, Kabupaten Kulonprogo, ini pulang ke rumah orangtuanya, Sabtu (31/3), dalam kondisi memprihatinkan. Sekujur tubuhnya memar dan penuh dengan bekas siksaan pelaku. Sampai Senin (2/4), bekas luka itu masih terlihat jelas ketika Ika diwawancara wartawan di rumahnya.

Di bawah kedua mata Ika masih terlihat biru bekas pukulan. Sedangkan di kedua pahanya dan kedua tangannya, bekas seterika pun masih terlihat jelas. Rambut di kepalanya terlihat jarang karena rontok, menurut Ika karena dijambak Sutris.

Selain itu, uang hasil bekerja selama setahun terakhir juga dibawa kabur Sutris, yang mengaku berasal dari Kediri, Jatim. Uang itu biasanya dikirimkan Ika dari Malaysia ke Kulonprogo untuk biaya sekolah dua adiknya dan memenuhi kebutuhan orangtua.

Menurut Ika, ia disekap 10 hari dan disiksa di tempat kos Sutris. Setelah mengalami penyekapan dan penyiksaan selama 10 hari, Ika diselamatkan oleh kawan Sutris yang bernama Gino, asal Solo, Jateng, yang kebetulan datang tempat kos tersebut saat Sutris pergi. Ika kemudian pulang dari Malaysia. Kini, gadis berkulit putih tersebut mengalami trauma berat. Setiap teringat penyiksaan yang dilakukan pacarnya itu dia terlihat takut. Sorot matanya pun kosong.

Didampingi dua orangtuanya, Tarwiji (50) dan Turmijem (50), kepada wartawan Ika menceritakan, penganiayaan dilakukan Sutris karena cemburu. Ia disiksa sambil disekap di tempat kos Sutris. Dua paha dan tanganya disetrika dan disulut obat nyamuk.

"Sebelum disekap, saya disiksa dengan cara disetrika, disulut obat nyamuk dan ditampar. Karena sudah tidak sanggup menahan sakit, akhirnya saya melaporkannya ke polisi," keluh Ika.

Meski dilaporkan ke polisi, Sutris tetap menyiksa Ika. Selama 10 hari, sejak 20 Maret, Ika disekap dan dianiaya serta tak diberi nasi. Dirinya hanya diberi makan roti dan air putih. Penyiksaan ini, menurut Ika, sebenarnya diketahui tetangga kos Sutris namun mereka tak bereaksi.

Selama disekap Ika mengaku tidak mendapatkan pelecehan seksual. Sutris hanya melakukam tindakan penganiayaan fisik saja. Dalam penyekapan itu Ika tak bisa menghubungi orangtua, kerabat maupun rekan-rekannya karena handphonenya dirusak Sutris.

"Saya diselamatkan oleh Gino dengan dibawa ke rumah kakaknya. Saat itu saya tidak bisa berjalan akibat terus disiksa pacar saya," akunya. (has)


Segera Lapor Polisi

AYAH Ika, Tarwiji, mengaku sangat terpukul oleh kasus putri pertamanay itu. Selama dua tahun bekerja di Malaysia, Ika banyak membantu perekonomian keluarga. Setiap tiga bulan Tarwiji dirinya mendapatkan kiriman uang untuk biaya sekolah dua anaknya yang lain dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia akan memeriksakan Ika ke Rumah Sakit Umum Daerah Wates agar mendapatkan visum, kemudian bakal melapor ke Polres Kulonprogo. "Saya tidak terima dengan perlakukan yang dialami oleh putri saya ini. Saya akan melaporkannnya ke polisi," tegasnya.

Adapun Ika telah melaporkan perlakuan kasar yang dialaminya itu kepada agen yang menyalurkan dirinya bekerja di PT Eskatek di Johor, Malaysia Barat. Setelah mendapatkan laporan mengenai penyiksaan yang dialami Ika, petugas agen tersebut langsung menjemputnya, Jumat (30/3), dan mengurus pemulangannya ke Indonesia.

"Saya diberi uang 500 ringgit untuk biaya pulang. Setelah itu saya diantarkan ke pelabuhan dan menyeberang ke Batam menggunakan kapal laut," ucapnya.

Di Batam Ika beristirahat hingga Sabtu (31/3), kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta menggunakan pesawat, berangkat pukul 14.00 dan mendarat di Bandara Adisucipto pukul 16.00. Beruntung, setiba di bandara ada sopir taksi yang baik hati mau mengantarkannya pulang ke Kulonprogo walaupun uang yang dimiliki Ika hanya tinggal Rp 100 ribu.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar