Ekspansi Manufaktur AS Picu IHSG Tertinggi

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/lagi-ilustrasi-IHSG.jpg

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Awal sesi perdagangan indeks saham di Eropa bergerak turun dipicu kabar bahwa bank sentral Jerman, Bundesbank telah berhenti menerima SUN Irlandia, Portugal dan Yunani sebagai jaminan (collateral) dalam operasi pasar. Namun berita itu segera dibantah oleh perwakilan Bundesbank.

Indeks saham utama di Wall Street ditutup naik sehingga mengirim Dow Jones Industrial Average (DJIA) ke level tertingginya sejak Desember 2007, didorong oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang melebihi proyeksi.

Branch Manager Reliance Sekuritas Pontianak, Heri Halidi, mengatakan, pasar saham menguat seiring dengan ekspansi sektor manufaktur AS di bulan Maret yang melebihi perkiraan, tanda bahwa industri manufaktur AS berhasil mengatasi dampak dari pertumbuhan global yang lebih lambat.

Data ISM Manufacturing indeks naik ke level 53.4 dari 52.4 pada bulan sebelumnya.

"Setelah keluarnya data ISM manufacturing yang lebih baik dari ekspektasi, indeks saham di Asia dibuka mixed pagi ini dengan indeks saham acuan di Korea Selatan dan Australia bergerak naik mengikuti pergerakan indeks utama di Wall Street semalam," jelas Heri, Selasa (3/4/2012).

Sementara indeks saham di jepang bergerak melemah dipicu oleh nilai tukar Yen terhadap USD yang mencapai level tertinggi dalam satu bulan terakhir sehingga meredupkan outlook dari saham saham eksportir Jepang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 4.215,44 setelah menguat 49,37 poin atau 1,1%. "Rekor tertinggi yang pernah dicapai IHSG adalah di level 4.193,44 yang terjadi pada penutupan 1 Agustus 2011. Penutupan hari ini juga memperbaiki penutupan kemarin di 4.166,07," ujar Heri.

Ia memaparkan, volume perdagangan mencapai 5,3 miliar saham senilai Rp 7,1 triliun. Hari ini tercatat 133 saham menguat, 129 saham melemah dan 112 saham stagnan.

IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp 1,2 triliun dengan pembelian asing Rp 3,4 triliun dan penjualan asing Rp 2,1 triliun.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar