Pernikahan Jadi Awet Saat Anak Terkena Kanker

Bookmark and Share
http://images.detik.com/content/2012/04/13/1301/anaksakitortu-dlm-ts.jpg
Jakarta, Meski penyakit pada anak-anak dapat menyebabkan stres parah, sebuah studi baru dari Denmark menemukan bahwa pernikahan dan dan kemitraan orang tua dari anak-anak penderita kanker takkan berantakan.

"Studi yang ditampilkan dalam jurnal Pediatrics tersebut menghilangkan mitos bahwa kanker yang terjadi pada anak-anak akan merusak hubungan pernikahan dan keluarga. Ini sama sekali tidak benar," kata Anne Kazak, profesor pediatri di University of Pennsylvania, Philadelphia seperti dilansir dari HealthDay, Jumat (13/4/2012).

Kanker pada anak-anak sangat jarang terjadi meskipun kanker adalah penyakit utama yang menyebabkan kematian anak-anak di bawah usia 15 tahun. Menurut National Cancer Institute, rata-rata satu sampai dua dari 10.000 anak mengidap kanker setiap tahunnya.

Dalam studi baru ini, peneliti mempelajari orang tua dari 2.450 anak (di atas usia 20 tahun) yang didiagnosis kanker antara 1980-1997. Kelompok ini dibandingkan dengan kelompok orangtua dari 44.853 anak yang tak mengidap kanker serta mengikuti perkembangannya selama 20 tahun.

Bahkan setelah temuan ini disesuaikan dengan tinggi rendahnya pendapatan orang tua, peneliti menemukan bahwa memiliki anak pengidap kanker tak berdampak pada kecenderungan pasangan untuk berpisah.

"Anda bisa bayangkan bahwa Anda bisa saja menemukan peningkatan risiko bagi beberapa kanker dalam pernikahan, namun kami tak menemukannya meski dengan cara apapun kami menganalisis datanya," kata peneliti lain, Dr. Christian Johansen yang juga kepala Unit of Survivorship di Danish Cancer Society, Copenhagen.

"Memiliki anak pengidap kanker tampaknya bukan menjadi faktor risiko terjadinya perceraian," kata Johansen.

Mengapa orang tua anak pengidap kanker bisa begitu tangguh? Johansen mengatakan, "Saya kira hubungan yang dimiliki orang tua mampu menangani masalah dan tekanan yang ada karena Anda hanya perlu melakukannya untuk menjalani kehidupan sehari-hari".

Padahal menurut Kazak, memiliki anak pengidap kanker menempatkan orang tua di bawah tekanan yang intens.

"Belajar memahami bahwa anak Anda mengidap kanker menjadi salah satu pengalaman yang paling menyedihkan yang mungkin terjadi dan sedih berada pada kondisi seperti ini normal-normal saja," katanya.

Keluarga harus memfokuskan energinya pada pengobatan dan dukungan terhadap anaknya dan anak-anak penderita kanker lainnya.

"Namun penting untuk diingat bahwa hubungan pasangan juga penting sehingga perlu dipikirkan cara yang spesifik untuk terus berkomunikasi, memecahkan masalah bersama dan tetap terhubung," kata Johansen.
sumber : /health.detik.com/read/2012/04/13/170316/1892051/1301/pernikahan-jadi-awet-saat-anak-terkena-kanker

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar