Aturan Bea Barang Mineral Segera Terbit

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/04/01/68415_konsentrator_batu_hijau__sumbawa__milik_pt_newmont_nusa_tenggara_300_225.jpg

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan aturan bea keluar barang mentah mineral bakal terbit sebelum 6 Mei. Aturan ini sebagai salah satu cara pemerintah mendesak pengusaha untuk membangun fasiliras peleburan bahan tambang atau smelter di Indonesia sebelum 2014.

Dirjen Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menjelaskan ide bea keluar barang mentah mineral berasal dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Langkah ini guna mengendalikan ekspor barang mentah mineral yang terus melonjak hingga delapan kali lipat setelah UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Batu Bara keluar.

"BKF punya ide untuk berikan bea keluar. Artinya itu untuk pengendalian, kita ingin pengusaha banyak untung tetapi sebagian untuk pemerintah," katanya.

Pemerintah belum memutuskan berapa besaran bea keluar yang akan ditetapkan, karena masih diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan, namun yang jelas Kementerian ESDM menargetkan sebelum 6 Mei aturan tersebut dapat berlaku.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo menilai penerapan pajak ekspor barang mentah tambang mendesak diterapkan. Pasalnya eksploitasi dan ekspor barang mentah tambang telah melonjak tinggi.

Widjajono menjelaskan dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara mengatur lima tahun setelah UU keluar, barang mentah tambang dilarang untuk ekspor. Sejak itu, terjadi lonjakan eksploitasi hingga delapan kali dari sebelumnya.

"Karena itu kami membuat batasan agar eksploitasi berkurang dengan tambahan pajak ekspor," katanya

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar