Pesawat Rakitan SMK Jakarta Akan Diujicoba

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/10/22/128535_siswa-smk_300_225.JPG

VIVAnews - Tak ingin kalah dengan kehebatan para siswa SMK Negeri 2 Solo yang berhasil merakit mobil "Kiat Esemka", kini giliran para siswa SMK Negeri 29 Jakarta unjuk gigi.

Berbeda dengan para siswa SMK di Solo, para siswa SMK di Jakarta ini menorehkan prestasi dengan merakit pesawat yang diberinama "Jabiru J430" jenis perintis.

Rencananya uji coba terbang akan dilakukan di lapangan terbang Pondok Cabe, Tangerang pada akhir Januari 2012.

"Saat ini sudah 95 persen pengerjaannya. Tinggal proses finishing, seperti pemasangan sayap, tangki bensin, pengecatan dan lain-lain. Perkiraan akhir bulan ini sudah selesai," kata Kepala Program Keahlian Airframe dan Powerplant SMK N 29 Jakarta, Ahmad Budiman di Jakarta, Senin, 9 Januari 2012.

Budiman mengatakan pesawat akan diterbangkan pertama di sekitar sekolahan yang berlokasi di Jalan Prof Sutono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah itu, kata dia, baru akan ujicoba terbang di Pondok Cabe.

Pesawat Jabiru J430 merupakan karya kedua SMKN 29, setelah sebelumnya pada 2009 berhasil merakit pesawat Jabiru J200. Bedanya, pesawat yang pertama hanya berkapasitas dua kursi. Pesawat tersebut juga pernah dijajal terbang sampai Malaysia.

Budiman menjelaskan, pesawat Jabiru J430 ini dirancang untuk empat kursi yaitu pilot, co-pilot, dan dua penumpang. Ukuran pesawat yaitu panjang sayap 9,5 meter, panjang badan 6,5 meter, dan tinggi 2,4 meter. Bobot pesawat seberat 200 kilogram.

Kemudian, pesawat dipasang mesin dengan kekuatan 3300 cc berbahan bakar pertamax. Pesawat bisa digeber sampai ketinggian maksimal 14 ribu kaki dengan kecepatan 130 knot. "Tapi kalau untuk terbang lebih nyaman cukup di bawah 10 ribu kaki," ujarnya.

Untuk bahan yang digunakan, kata Budiman, memang masih mengandalkan bahan-bahan impor karena hampir 95 persen berbahan komposit kimia.

"Untuk komposisi bahan 10 persen lokal, dan sisanya sementara ini impor dari Australia. Tapi, untuk bahan-bahan pendukung lain semuanya lokal," terangnya.

Perakitan sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu oleh siswa kelas dua dan kelas tiga dari jurusan Air Frame dan Power Plant. Selama perakitan, para siswa didampingi para instruktur maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, Lion Air, TNI Angkatan Udara (AU), dan Federasi Aerosport Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, biaya perakitan ini seluruhnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMK.

“Kami juga pernah mengajukan bantuan untuk perakitan mobil, tapi belum disetujui. Yang disetujui malah perakitan pesawat,” tuturnya.

Selain pesawat, kata Taufik, para siswa SMK Jakarta juga sudah ada yang merakit laptop, televisi, dan sepeda motor. “Kami malah (SMK Jakarta) pertama yang merakit motor di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Taufik, kebijakan untuk produksi massal itu tergantung dari komitmen pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. (sj)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar