Kualitas Pengerjaan Jalan Pasar Sentap DipertanyakanTRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar (FKPP) Kabupaten Ketapang, Dedi S

Bookmark and Share

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar (FKPP) Kabupaten Ketapang, Dedi Sumarni, menganggap pelaksanaan pekerjaan Jl Imam Bonjol, di kawasan Pasar Sentap tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diisyaratkan dalam kontrak. Pasalnya agregat (pasir) banyak yang terurai dari ikatan semen.

"Di dalam kontrak pekerjaan Jl Imam Bonjol mutu beton yang diisyaratkan adalah K 250, yang artinya beton tersebut akan hancur apabila menahan beban di atas 250 ton per 1 cm2, sementara jalan tersebut baru dilalui kendaraan roda empat dan roda dua saja sudah terurai," kata Dedi Sumarni kepada Tribun Pontianak, Minggu (8/4/2012).

Dedi mengatakan beton dalam pembangunan tersebut jika dilakukan pengujian dimungkinkan tidak akan mencapai mutu beton 175 K, sebab ada beberapa titik yang tidak menggunakan pengisi batu. Akan tetapi dari pihak pejabat pembuat komitmen, direksi dan teknis, pengawas lapangan, terkesan tutup mata.

"Kalau dihitung selisih harga antara mutu beton K 250 dengan mutu beton K 175 diperkirakan berkisar Rp 200 ribu, sementara LHP-BPK-RI biro Kalbar, hanya sekitar Rp 17 juta lebih yang harus dikembalikan ke kas daerah, namun kemana kelebihan tersebut," katanya.

Pekerjaan pelaksanaan Jalan Imam Bonjol tahun anggaran 2011 masa kontraknya berakhir pada Desember 2011, dan pada akhir Maret 2012 telah dilakukan perbaikan pada lapis permukaan jalan dengan adukan semen, yang dimungkinkan sebagai tahap masa pemeliharaan yang telah berakhir.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar