Faisal dan Jokowi Sohor di Kalangan Akademisi

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/03/26/148817_jokowi-kunjungi-kantor-vivanews_300_225.jpg

VIVAnews - Jika calon incumbent Fauzi Bowo populer di infrastruktur publik menengah ke bawah, berbeda dengan bakal calon gubernur DKI Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.

Dalam Studi Kajian Tokoh Laboratorium Psikologi Universitas Indonesia dan The Cyrus Network tentang Survei Opinion Leader Jakarta 2012 yang dilakukan mulai 24 November hingga Desember 2011, Jokowi dinyatakan lebih populer dan memiliki tingkat elektabilitas tinggi di kalangan atas dan akademisi.

Dalam survei tersebut, responden yang diambil adalah 100 pakar dari 10 kelompok pakar, yaitu kelompok pengamat, akademisi, pakar manajemen, profesional, lembaga swadaya (LSM) perkotaan, tokoh muda, konsultan, politisi, tokoh budaya dan betawi serta pemuda dan organisasi kemahasiswaan.

Pengamat politik dari Laboratorium Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan studi kajian melalui survei dilakukan karena dalam pemilihan bakal calon gubernur (balongub) DKI Jakarta tidak melalui langkah nominasi dari masyarakat.

"Melainkan lebih cenderung, memilih langsung dari elit politik. Kemudian untuk mengecoh masyarakat, dibuatlah survei dari pasangan yang ada. Kami bertentangan dengan hal itu. Makanya kami buat studi kajian ini untuk menetralkan hasil survei yang telah ada," kata Hamdi Muluk dalam acara Diskusi Riset Cagub DKI Jakarta 2012, Perbandingan antara Publik dan Tokoh, di Wisma Kodel, Jakarta Selatan, Selasa 17 April 2012.

Menurutnya, dalam survei itu kriteria penting yang harus dimiliki balongub DKI Jakarta menurut kalangan atas dan akademisi adalah calon harus mempunyai integritas moral, ketegasan dan komitmen sebanyak 35,4 persen. Lalu yang memandang harus memiliki wawasan, visi dan misi sebanyak 21,5 persen, serta memiliki pengalaman, track record dan leadership sebanyak 13,8 persen.

"Dari kriteria tersebut, balongub yang paling layak dinominasikan sebagai calon gubernur DKI dan paling berpotensi memperbaiki Jakarta di masa mendatang, yaitu Joko Widodo (Jokowi) dengan nilai 17 persen. Sedangkan yang memilih Faisal Basri sebanyak 16,5 persen dan Fauzi Bowo serbanyak 14,2 persen," papar Muluk.

Kemudian, balongub yang dinilai memiliki dimensi visioner, terpilih Faisal Basri sebanyak 6,64 persen, menyusul Jokowi sebanyak 6,48 persen. Selanjutnya, saat ditanya calon gubernur mana yang mampu membawa Jakarta setara dengan kota-kota besar di negara yang lebih maju atau minimal sama dengan Singapura dan Kuala Lumpur dalam waktu 10 tahun, para kalangan atas dan akademisi itu memilih Jokowi (6,38 persen), lalu Faisal Basri (6,29 persen), sedangkan Fauzi Bowo berada diurutan keenam (4,96 persen).

“Jokowi juga dinilai sebagai balongub yang memiliki dimensi kepemimpinan yang tinggi. Terbukti sebanyak 7,13 persen menganggapnya begitu," ungkapnya.

Jokowi dianggap mempunyai kemampuan yang memadai dalam memimpin dan mengendalikan birokrasi pemerintahan DKI Jakarta ke arah good, effective dan clean governance, dengan meraih persentasi tertinggi yaitu 6,98 persen.

Kalangan atas dan akademisi, menilai Jokowi mampu menggerakkan masyarakat untuk menghentikan semua kebiasaan buruk yang merusak kota dan menggantinya dengan perilaku warga kota yang benar mencapai 6,85 persen. Serta mampu memperlihatkan kepemimpinan yang cakap saat menduduki jabatan puncak mencapai 7,57 persen.

Muluk mengatakan, skor total dari seluruh dimensi yang ada dalam survei tersebut, Jokowi menduduki peringkat pertama dengan total skor 6,98 persen. Disusul Faisal Basri (6,70 persen). Sedangkan calon incumbent Fauzi Bowo hanya menduduki peringkat ketujuh dengan total skor 5,44 persen.

Muluk menegaskan, dari 10 dimensi tersebut, nama Jokowi dan Faisal Basri bersaing saling menduduki urutan pertama dan kedua sebagai calon gubernur yang memiliki kriteria tersebut. Secara pemetaan kapabilitas dan karakter, kedua calon itu juga memiliki persamaan dan nilai positif meninggalkan calon lainnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar