107 Jamaah Umrah Terkatung-katung di Jakarta

Bookmark and Share

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/jamaah-haji-kloter-pertama.jpg

BALIKPAPAN, TRIBUN - Ratusan jamaah calon umrah yang terlantar di Jakarta, kini berangsur-angsur pulang ke kampung halaman. Mereka yang sedianya diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah, gagal terbang akibat dugaan kasus penipuan oleh PT Aulia Aza Pratama selaku biro perjalanan umroh.

Ririn Dwi Susanti (31), salah satu korban yang bermukim di Jl Bukit Niaga Pasar Baru Balikpapan, mengatakan, dirinya bersama ratusan jamaah lainnya sudah berada di Jakarta sejak 28 Maret 2011 silam. Sedikitnya ada 176 jamaah yang nasibnya terkatung-katung di Wisma Graha Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jamaah tersebut berasal dari Bali, Surabaya dan Balikpapan.

"Jumlah keseluruhannya sekitar 176 orang, cuma jamaah yang paling banyak itu berasal dari Balikpapan. Kami dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing ditangani oleh Ketua Rombongan," katanya saat dihubungi Tribun, Rabu (11/4/2012) siang.

Ririn menuturkan, awalnya ia berencana berangkat umrah dengan kedua mertuanya. Ia mengaku menyetor uang sebesar Rp 60 juta, dimana masing-masing orang dikenai biaya Rp 20 juta. Uang tersebut lalu diserahkan kepada H Siri selaku Ketua Rombongan, yang juga ditengarai sebagai agen travel PT Aulia Aza Pratama.

"Kebetulan saya tergabung di kelompok empat yang diketuai oleh H Siri. Jumlah jamaahnya itu ada sekitar 61 orang. Saya membayar bertahap sampai dua kali. Pertama itu tanggal 30 Januari 2011 kemudian sisanya saya lunasi di bulan berikutnya," jelasnya.

Namun Ririn mengaku kaget saat dirinya mengetahui jumlah uang setoran yang dikeluarkan jamaah ternyata bervariasi. "Nanti di sini (Jakarta, red) baru kami tahu kalau ternyata jumlah setorannya nggak sama. Itupun setelah kami ngobrol dengan sesama jamaah lainnya," tandasnya.

BALIKPAPAN, TRIBUN - Ratusan jamaah calon umrah yang terlantar di Jakarta, kini berangsur-angsur pulang ke kampung halaman. Mereka yang sedianya diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah, gagal terbang akibat dugaan kasus penipuan oleh PT Aulia Aza Pratama selaku biro perjalanan umroh.

Ririn Dwi Susanti (31), salah satu korban yang bermukim di Jl Bukit Niaga Pasar Baru Balikpapan, mengatakan, dirinya bersama ratusan jamaah lainnya sudah berada di Jakarta sejak 28 Maret 2011 silam. Sedikitnya ada 176 jamaah yang nasibnya terkatung-katung di Wisma Graha Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jamaah tersebut berasal dari Bali, Surabaya dan Balikpapan.

"Jumlah keseluruhannya sekitar 176 orang, cuma jamaah yang paling banyak itu berasal dari Balikpapan. Kami dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing ditangani oleh Ketua Rombongan," katanya saat dihubungi Tribun, Rabu (11/4/2012) siang.

Ririn menuturkan, awalnya ia berencana berangkat umrah dengan kedua mertuanya. Ia mengaku menyetor uang sebesar Rp 60 juta, dimana masing-masing orang dikenai biaya Rp 20 juta. Uang tersebut lalu diserahkan kepada H Siri selaku Ketua Rombongan, yang juga ditengarai sebagai agen travel PT Aulia Aza Pratama.

"Kebetulan saya tergabung di kelompok empat yang diketuai oleh H Siri. Jumlah jamaahnya itu ada sekitar 61 orang. Saya membayar bertahap sampai dua kali. Pertama itu tanggal 30 Januari 2011 kemudian sisanya saya lunasi di bulan berikutnya," jelasnya.

Namun Ririn mengaku kaget saat dirinya mengetahui jumlah uang setoran yang dikeluarkan jamaah ternyata bervariasi. "Nanti di sini (Jakarta, red) baru kami tahu kalau ternyata jumlah setorannya nggak sama. Itupun setelah kami ngobrol dengan sesama jamaah lainnya," tandasnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar