Prof. Impagliazzo: RI Teladan Toleransi Dunia

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/09/15/123385_doa-bersama-lintas-agama_300_225.jpg

VIVAnews - Pemerintah Indonesia dan Italia hari ini, Senin 23 April 2012, menggelar dilaog lintas agama bertema “Unity in Diversity: the Power of Dialogue for Peaceful Cohabitation in a Pluralistic Society”. Pada dialog ini, diharapkan Italia dapat belajar dari Indonesia dalam menjaga keselarasan dalam keragaman hidup beragama.

Dialog resmi dibuka di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bersama Menlu Italia, Guilio Terzi di Sant’Agata. Dialog lintas agama ini akan menampilkan sejumlah pembicara, termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo. Dari Italia datang Presiden Komunitas lintas agama Sant’Egidio, Prof. Marco Impagliazzo, Prof. Romano Orlandi, dan Fransesco Marini.

Dalam pidato pembukaannya, Marty mengatakan bahwa dialog ini akan memberikan manfaat bagi kedua pihak. Delegasi kedua negara akan bertukar pandangan mengenai bagaimana demokrasi memberi ruang dalam memajukan dialog dan toleransi.

"Keragaman budaya, etnis dan agama yang menandai perjalanan kami sebagai sebuah bangsa telah memberi kami karakter yang unik. Kami adalah bangsa yang beragam tapi tetap satu," kata Marty. “Kami merayakan keragamanan yang kami abadikan dalam semboyan nasional kami, Bhinneka Tunggal Ika."

Indonesia jadi teladan

Prof. Marco Impagliazzo dari komunitas Sant'Egidio Italia mengatakan bahwa model toleransi Indonesia telah menjadi teladan bagi berbagai negara di dunia. Ideologi Pancasila, kata Impagliazzo, mewakili kebudayaan dan ekologi politik yang selaras dengan dunia saat ini.

"Dengan keberagaman, bukan berarti tidak mungkin hidup bersama. Kekhawatiran atas keberagaman memicu orang-orang untuk membangun dinding pemisah yang memicu konflik. Sebaliknya, kita harus menggalakkan dialog, untuk memacu penghargaan terhadap keberagaman, mencari tahu apa yang menyatukan kita," kata Impagliazzo.

Dialog kali ini merupakan kegiatan yang kedua. Dialog lintas agama yang pertama diselenggarakan di Roma pada tahun 2009.

Sejak tahun 2004, Kemlu telah mengembangkan dialog lintas agama sebagai bentuk upaya proaktif Indonesia dalam mengedepankan sikap toleransi dan saling memahami antar sesama umat beragama dan antar peradaban.

Selain dengan Italia, Indonesia telah bekerjasama menyelenggarakan sejumlah kegiatan dialog lintas agama dalam kerangka bilateral dengan sejumlah negara lainnya, antara lain: Austria, Rusia, Inggris, Belanda, Republik Korea, Australia, dan Ethiopia. (kd)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar