Ngopi Saat Hamil Tak Ganggu Tidur Bayi

Bookmark and Share
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/23/1443161p.jpg

KOMPAS.com - Kopi termasuk dalam minuman yang dihindari para ibu hamil dan menyusui karena khawatir konsumsi kafein dalam kopi bisa mengganggu tidur bayi. Tetapi dugaan tersebut ternyata tidak terbukti. Setidaknya dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr.Ina Santos, peneliti dari Brasil.

Dari penelitiannya, Santos menyimpulkan bahwa konsumsi kafein tidak memengaruhi pola tidur bayi. Ia melakukan analisa pola tidur terhadap lebih dari 4.200 bayi yang lahir pada tahun 2004 di kota Pelotas, Brasil, dengan fokus penelitian pada 885 bayi. Kemudian para peneliti mewawancari ibu mereka yang punya kebiasaan ngopi sebelum dan setelah melahirkan.

Peminum kopi berat didefinisikan sebagai mereka yang mengkonsumsi 300 miligram atau lebih kafein per hari, baik melalui kopi atau minuman berkafein lainnya. Menurut Mayo Clinic, dua sampai empat cangkir kopi seduh mengandung antara 200-300 miligram kafein.

Kemudian setiap ibu diminta untuk memberikan rincian tentang kebiasaan tidur anak mereka selama 15 hari. Anak yang sering terbangun didefinisikan apabila anak bangun tiga kali atau lebih per malam.

Hasil kajian menunjukkan, sekitar satu dari lima ibu dianggap sebagai peminum kafein berat selama kehamilan, dan lebih dari 14 persen diantaranya terus minum kafein dalam jumlah berat sampai bayi mereka mencapai usia 3 bulan. Sedangkan pada bayi, hampir 14 persen diantaranya sering terbangun pada malam hari.

Meskipun ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa bayi yang sering terbangun di malam hari berasal dari ibu yang peminum kafein berat selama kehamilan dan menyusui, tetapi hubungan secara statistik tidak terlalu signifikan.

Para peneliti menyimpulkan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi kafein pada suatu tingkat tertentu dapat dikaitkan dengan gangguan pola tidur pada bayi.

Lona Sandon, ahli diet terdaftar dan asisten profesor nutrisi klinis dari University of Texas Southwestern di Dallas, mengatakan, meskipun konsumsi kafein pada ibu hamil dan ibu baru telah lama menjadi keprihatian di antara dokter anak, tetapi hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan seperti misalnya konsumsi alkohol atau rokok.

"Tergantung pada dokter anak, seringkali ibu dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafein selama kehamilan, misalnya hanya satu cangkir kopi sehari - atau tidak minum sama sekali. Kopi merupakan stimulan sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan denyut jantung bayi di dalam rahim, dan dapat menyebabkan gangguan tertentu. Dan setelah dilahirkan, bayi mungkin akan mendapatkan kafein melalui ASI," katanya.

Meski tidak mengganggu pola tidur bayi, namun kebisaan mengasup kafein bisa mengurangi waktu istirahat ibu.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar