Kumbang Tomcat Sahabat Lama Petani

Bookmark and Share
Jakarta - Kumbang tomcat sebenarnya telah lama menjadi sahabat petani dalam menjaga sawah dari serangan hama. Namun karena beberapa faktor, serangga ini malah betah bercokol di rumah-rumah penduduk.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Sarsito Wahono Gaib Subroto, dalam acara konferensi pers “Fenomena Serangga Tomcat”, di Jakarta, Senin (26/3), menjelaskan, kumbang bernama latin Paederus Fuscipes ini, sangat potensial untuk digunakan dalam pengendalian hama wereng batang (coklat dan punggung putih), serta wereng daun hijau.

Sarsito menjelaskan, dalam satu hari seekor kumbang tomcat dapat memangsa 3,58 ekor wereng batang. Hal ini tentu sangat membantu petani dalam menjaga area persawahan. Pelepasan predator ini pada tanaman kedelai juga secara nyata dapat menekan hama perusak daun/polong kedelai.

Sarsito menduga, musim panen adalah pemicu perkembangan pesat tomcat. Hal ini dikarenakan persediaan bahan makannnya yang tinggi, yakni wereng batang coklat dan hama lainnya. Sehingga perkembangan predatornya (dalam hal ini, tomcat) juga meningkat pesat.

Selain itu, banyaknya rumah penduduk, disertai pembangunan perumahan dan apartemen, di sekitar sawah atau bahkan di bekas lahan saswah, menjadi pemicu kumbang tomcat ini untuk “mampir”, karena mereka tertarik dengan cahaya.

Untuk itu, Sarsito mengimbau agar masyarakat secara berhati-hati menanggulangi tomcat, mengingat jasanya yang begitu besar bagi petani. “Mari kita bantu petani dengan melestarikan keberadaan kumbang tomcat. Boleh dibunuh, tapi jangan dimusnahkan populasinya,” ujar Sarsito. [WS]

Sumber: http://www.gatra.com/kesehatan/73-kesehatan/10550-kumbang-tomcat-sahabat-lama-petani

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar