Ahmadiyah Curhat dengan Mahasiswa Makassar

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/ahmadiyah-makassar.jpg

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Muballigh Ahmadiyah Wilayah Sulsel Jamaluddin Faily menyampaikan curahan hati (curhat) soal nasib jamaahnya. Dia mengaku serba salah hidup sebagai minoritas.

Ajang curhat itu dilampiaskan sejumlah aktivis Ahmadiyah dalam peluncuran laporan pemantaun kebebasan beragama dan berkeyakinan 2011 LAPAR dan The Wahid Institute di Hotel Anugrah, Jl Pengayoman, Makassar, Rabu (11/4/2012).

"Kami ini di Ahmadiyah selalu dihalangi beribadah. Saya kira, tindakan itu gila kalau kami dilarang berhubungan kepada tuhan kami," kata Jamaluddin.

Sejumlah aktivis menyatakan komitmen siap membantu mereka seperti Ketua Ansor Sulsel Azhar Arsyad, Wakil Direktur LBH Zulkifli Hasanuddin, dan Direktur LAPAR Abd Karim.

Hadir beberapa narasumber diskusi itu, staf peneliti dari Kanwil Kemenag Sulsel Syamsu Rijal Ad'han, aktivis Kontras Sulsel Nasrun, dan Redaktur Politik Tribun Timur As Kambie. Hadir pula belasan mahasiswa dari berbagai kampus se Kota Makassar.

Rijal mengurai peran departemen agama dalam mengatasi dan mecegah timbulnya konflik antarumat beragama.

Sementara Nasrun menuding Menteri Agama Suryadharma Ali justru kerap berkomentar di media yang menyulut konflik beragama. "Banyak contoh kasus. Begitu menteri agama berkomentar, konflik atau masalah baru justru muncul. Pak Suryadharma Ali sering mengeluarkan pernyataan kontraproduktif," jelas Nasrun.

Kambie menilai, konflik antarumat beragama sepertinya sudah menjadi bahan baku siap saji. Kapan saja bisa dihidangkan oleh mereka yang menginginkannya untuk mengalihkan isu yang lebih besar.

Dia juga menyebut bahwa media, khususnya Tribun Timur sangat hati-hati memberitakan peristiwa konflik antarumat beragama itu.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar