119.900 Siswa Se-Jakarta Akan Ikuti UN

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Lembar-Soal-Didistribusi.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 119.900 siswa DKI Jakarta akan menjalani Ujian Nasional (UN) yang berlangsung pada Senin (16/4/2012). Peserta UN terdiri dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi adanya peluang mencontek di kalangan peserta UN.

"Peserta ujian dalam satu ruang ujian maksimal hanya diisi 20 orang dan pengawasnya ada dua orang, kemudian 20 orang yang dalam satu ruangan tersebut akan menerima lima jenis atau variasi soal untuk ujian mata pelajaran yang sama sehingga siswa akan sulit mencontek karena soalnya berbeda," kata Taufik di Jakarta, Minggu (15/4/2012).

Walau setiap ruang ujian memiliki lima variasi jenis soal, Taufik menuturkan, tingkat kesulitannya tetap sama untuk setiap siswa.

"Secara umum yang soal yang sudah dibuat ada aturan tingkat kesulitan, seperti sepertiga soal mudah, lalu sepertiga soal tingkat kesulitannya sedang, dan sepertiganya lagi sulit," ujarnya.

Sedangkan pengawasan di setiap ruang ujian akan berasal dari sekolah lain serta bukan guru yang mengajar mata pelajaran yang sedang diujikan pada saat itu.

Ia mencontohkan seperti ujian Bahasa Indonesia maka yang mengawasi adalah guru lain yang bukan mengajar mata pelajaran tersebut.

Taufik menerangkan pelaksanaan UN akan melibatkan pihak perguruan tinggi sebagai pengawas independen saat ujian berlangsung. Waktu pelaksaan UN mulai 16 April-19 April 2012 untuk SMA. Sedangkan untuk SMK dimulai 16 April hingga 18 April 2012.

Ia mengatakan, distribusi soal ujian yang dicetak di Kudus akan dijaga ketat oleh pihak kepolisian hingga ke gudang di lima wilayah kota. Penjagaan tersebut dilakukan selama UN berlangsung agar distribusi soal tetap terjaga.

Taufik menuturkan di Jakarta terdapat 30 rayon dimana 17 rayon SMA, delapan rayon SMK dan sisanya lima rayon MA.

"Dari rayon ke sekolah, soal ujian akan dijemput oleh panitia ujian sekolah disertai dengan pendamping pengawas dari perguruan tinggi, setiap sekolah harus ada pendamping pengawas dari perguruan tinggi," tukasnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar