Wakil Wali Kota Solo Tak Takut Ancaman Mendagri

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Wakil-Wali-Kota-Solo.jpg

TRIBUNNEWS.COM, SOLO-- FX Hadi Rudyatmo menyatakan siap menerima risiko apapun atas keikutsertaannya dalam aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM di Solo. Pernyataannya, terkait ancaman dari Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi yang menyatakan kepala daerah yang menolak keputusan pemerintah pusat, termasuk kenaikan harga BBM bisa dikenai sanksi pemberhentian karena tidak mentaati sistem.

"Risiko apapun saya siap, karena saya menyampaikan suara rakyat. Saya juga dipilih oleh rakyat," kata Wakil Wali Kota Solo itu saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (26/03/2012).

Dirinya menyarakan siap bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan. Termasuk ikut berorasi mendukung penolakan masyarakat atas rencana kenaikan harga BBM, kemarin. "Saya berani berbuat juga berani bertanggungjawab," tegasnya.

Termasuk jika dirinya harus dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Solo karena dianggap tidak mentaati sistem yang ditetapkan pemerintah pusat. "Saya tidak gila jabatan, jadi ya nggak masalah. Saya hanya menyuarakan suara rakyat kok," katanya.

Selain itu, dalam sumpah jabatannya sebagai wakil wali kota tidak disebutkan bahwa jabatannya bisa dicopot hanya karena ikut dalam aksi unjukrasa menentang kebijakan pemerintah pusat. "Itu sumpah jabatan tolong dibaca yang teliti," sambungnya. Di dalam sumpah jabatan, disebutkan bahwa dirinya wajib berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ditambahkan Rudy, di dalam sumpah jabatannya juga disebutkan bahwa sebagai pejabat daerah dirinya siap mengabdi kepada bangsa dan negara. "Pengabdian saya kepada bangsa dan negara, bukan pada orang per orang maupun kelompok tertentu," tegasnya.

Meski demikian, dirinya menyatakan siap jika pada akhirnya pemerintah pusat tetap memberikan sanksi pada dirinya. "Ada sanksi, yo wes no. Saya berani berbuat berani bertanggung jawab," tegasnya lagi.

Karena itulah, dirinya juga tidak akan membatalkan rencana pengerahan 5 ribu kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Rencananya, Selasa (27/03/2012) pagi, massa PDIP Solo akan menggelar aksi menolak kenaikan BBM dengan melakukan logmarch dari Alun-alun Utara ke Balai Kota Solo. "Besok (hari ini) tetap akan demo," katanya.

Rencananya, massa aksi akan berkumpul mulai pukul 08.30 WIB di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. Aksi kemudian akan dilanjutkan dengan longmarch menuju Balai Kota Solo dan menggelar orasi damai menolak rencana kenaikan harga BBM. "Kita nggak akan demo anarkis, kita sampaikan dengan damai dan santun," katanya.

Penolakan atas rencana kenaikan harga BBM tersebut nantinya akan diwujudkan dalam surat resmi yang disampaikan kepada DPRD Kota Solo. Kemudian, dari DPRD akan menyampaikan surat tersebut kepada DPR RI. "Ini suara rakyat, kenaikan harga BBM ini akan semakin membebani rakyat. Yang miskin akan tambah miskin," katanya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar