Puluhan Jeriken BBM Ditinggal Kabur Pemilik

Bookmark and Share
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20120321_BBM_Ditimbun_Warga.jpg

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Mengantisipasi terjadinya penimbunan, menjelang kenaikan BBM, polres Ketapang melakukan razia di sejumlah SPBU yang berada di Ketapang, pada Rabu (28/3/2012), razia yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Ketapang AKBP I Wayan Sugiri.

Dalam razia yang melibatkan puluhan personil dari satuan reskrim, bag ops, samapta, lantas, dan prompam tersebut, polisi berhasil mengamankan 9 jeriken BBM jenis bensin, 13 jeriken BBM jenis solar, puluhan jeriken kosong, sejumlah drum kosong, 3 unit sepeda motor dan satu unit mobil pick up.

“Pemiliknya semuanya kabur saat kami melakukan razia, jadi kami hanya mengamankan BBM dan kendaraan yang mereka tinggal,” kata Kapolres Ketapang AKBP Iwayan Sugiri kepada Tribun.

Razia tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti perintah kapolda beberapa waktu lalu yang meminta kepada kepolisian resor Ketapang dan jajarannya mengintensipkan razia menjelang kenaikan BBM, karena disinyalir banyak oknum yang sengaja memanfaatkan situasi untuk melakukan penimbunan BBM ataupun menjualnya untuk kepentingan perusahaan.

Kapolres mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan razia dan menindak tegas tanpa terkecuali kepada pihak-pihak yang melakukan penimbunan, hal tersebut terbukti dari razia yang dilakukan pihaknya dalam beberapa hari ini.

“Siapapun dia akan saya tindak, bahkan saya yang akan turun sendiri untuk menangkapnya, karena itu sudah menjadi atensi kapolri,” tegas Kapolres kemarin.

Kapolres juga meminta kepada masyarakat bisa memberikan informasi yang akurat jika mendapati adanya aksi penimbunan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, sebab informasi dari masyarakat akan sangat membantu kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Kasat lantas polres Ketapang AKP Efos Satria Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya menunggu masyarakat yang memiliki kendaraan sepeda motor yang diamankan pada saat razia, sebab pada saat itu tak ada masyarakat yang mengakuinya. “Jadi kami persilahkan kepada masyarakat untuk mengambilnya langsung ke polres, jika tidak maka sepeda motor tersebut akan kami serahkan ke reskrim,” tegasnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar