Mahasiswa: Bebaskan Teman Kami, Atau Anarki

Bookmark and Share

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumut dan Rektor I Universitas Nomensen menghimbau agar mahasiswa yang masih bertahan segera meninggalkan kampus dengan jaminan keamanan dan keselamatan. Namun belum satupun mahasiswa terlihat meninggalkan kampus.

"Kayak mana kami mau keluar, kalian di situ," teriak mereka dari dalam menanggapi himbauan petugas yang terus-menerus dilakukan.

Tak lama terlihat beberapa mahasiswa mulai keluar kampus dari pintu di Jalan Perintis Kemerdekaan. Pada saat bersamaan pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) juga melakukan langkah mundur dan diperintahkan untuk duduk beristirahat.

"PHH mundur dalam posisi kesatuan, beri anak-anak kita mundur. Tidak ada yang ditangkap. Kalo ada provokator maka provokator-lah yang di tangkap," tegas Kasubden 2 B Brimob Siantar, AKP Buala Zega.

Namun, salah seorang mahasiswa yang masih bertahan mengatakan akan tetap bertahan di kampus sampai teman mereka yang masih ditahan dibebaskan. "Bebaskan teman kami, kalau tidak kami akan lebih anarkis," teriaknya dari balik persembunyiannya.

Saat ditanya apakah mereka semua mahasiswa, tidak ada warga, susupan, atau komunitas lain, mereka menjawab tidak. "Mahasiswa kami semua," katanya.

Sementara salah seorang alumni mengatakan bahwa massa yang di kampus bukan lagi mahasiswa tapi sudah tapi sudah disusupi komunitas anak punk. "Anak punk yang main, rambutnya merah-merah dan jigrak-jigrak," ucapnya.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar